"Dan saat semuanya menjadi terbalik, aku masih akan melihatmu dengan sama"

"Dan saat semuanya menjadi terbalik, aku masih akan melihatmu dengan sama"

karyasenja said: if there's no love, what will inspiring you?

Alam : Bumi, langit, dan angkasa. :) 

My kind of song. :) 

Dekatkan aku pada hal hal yang mendekatkan aku pada-Mu. Jauhkan aku dari apa apa saja yang bisa menjauhkan aku pada-Mu.

Hauntingly Beautiful

Ada beberapa lagu yang siap melumat telingamu saat kau terbangun pukul 2 pagi dalam kebisuan. Melodinya akan mengantarkanmu kembali kepada mimpi. Dengarlah di sini. :) 

"Aku melukis wajahmu melalui jari dan menuang warnanya dengan rindu" ~ 
(pic via angieiver)

"Aku melukis wajahmu melalui jari dan menuang warnanya dengan rindu" ~ 

(pic via angieiver)

So I've been dating a girl who travels

Ini adalah versi jawaban dari link yang pernah saya posting sebelumnya "Date A Girl Who Travels". :)

I am falling in laugh with you

Kerumitan yang cantik. Mengingatkanku akan pola pikirmu (Taken with Instagram)

Kerumitan yang cantik. Mengingatkanku akan pola pikirmu (Taken with Instagram)

Dan cahayamu menyelip di sela-selanya. Membelai mata. Mengusap hati dengan hangatnya. (Taken with Instagram)

Dan cahayamu menyelip di sela-selanya. Membelai mata. Mengusap hati dengan hangatnya. (Taken with Instagram)

Inikah yang dimaksud “kering kerontang bernisan sepi?” (Taken with Instagram)

Inikah yang dimaksud “kering kerontang bernisan sepi?” (Taken with Instagram)

Just a border. It doesn’t matter. We’ll get through.. (Taken with Instagram)

Just a border. It doesn’t matter. We’ll get through.. (Taken with Instagram)

Sebuah pintu tua yang tak pernah terketuk dan menjadi renta  (Taken with Instagram)

Sebuah pintu tua yang tak pernah terketuk dan menjadi renta (Taken with Instagram)

Ini adalah pembacaan puisi karya Bernard Batubara (@benzbara_) “Di Jarimu”. Puisi ini ada di buku Antologi Puisi Empat Cangkir Kenangan, pemesanan bisa melalui @serbaindie :)

Mari Berjalan-jalan, Tuan (2)

Tuan, sudahkah kau mengenali seluruh bagian tubuhmu?

Tahukah kamu?

Di kerling matamu aku pernah bersembunyi menyimpan senyum yang berserakan seperti remah roti.

Di jantungmu aku pernah menari-menari, detakmu yang menjadi iramanya, bertelanjang kaki.

Di kepalamu, aku pernah bermain ayunan, menelusuri prosotan meluncur dan turun di hati. Sesampainya disana, ada trampolin. Aku melompat-lompat dengan riang dan begitu lelah aku segera ke lenganmu. Disitu hangat, aku suka.

Aku juga sering bermain di telingamu. Aku mengalirkan suara dan membiarkannya menggema di sana. Entah iseng mengeja namamu, cerewet mengingatkanmu, berbisik manja, atau menyanyikan melodi rindu.

Aku juga sering mengunjungi mata kakimu, disitu aku akan membawa kamera, kupotret langkah-langkah yang kau pijak, kemanapun di seluruh dunia.

Aku juga suka duduk duduk di sela jemarimu. Di situ daerah hangat kedua setelah lengan. Maaf, aku suka tak sengaja tertidur disana.

Jadi Tuan, sadarkah kamu?

Ada aku menjejaki semuamu.

Ada aku yang ingin menjadi udaramu.