P U L A N G

Berada 21 hari di negara-negara yang petanya terpajang rapi di ruangan mimpi semasa kecil.

Puji syukur yang tak terbendung bahwa kaki telah menapaki mimpi. Kebanggaan tersendiri bahwa aku mampu sejauh ini, dan ini bukan hanya dari buah mimpi dan kerja keras diri, tapi juga wujud dari sujud Ibu di tiap sepertiga pagi.

Terima kasih Ibu & Romo. Karena doamu menggiringku kemari.

Terpilin mimpi lagi, suatu saat aku kembali bersama mereka yang selalu kubawa di dalam hati. Amin.

Dan kini aku akan kembali.

Setelah kehadirannya, aku tidak pernah sesenang ini menanti dan menjalankan “pulang”. Karena pulang kini punya makna baru setelah hati menemukan rumahnya.

Aku selesai bertualang.
Sayang, aku akan pulang.

– R

20140531-090452-32692765.jpg

My new book: JIKA

JIKA

…….dan hanya jika…

“Jika jika” dari 13 perempuan berkumpul di dalam buku ini. Terselip “Kisah Cinta di Balik Pintu Renta” yang merupakan jelmaan cerita “jika” dari potongan waktu yang sempat saya rekam sepanjang perjalanan menjadi sebuah foto di dalamnya.

Ada mimpi, penantian, harapan, dan kepercayaan yang terajut di cerpen ini.

Terima kasih Gagas Media atas kesempatannya. Dapatkan di toko buku terdekat.

“Cinta kita sedang terlelap di dalam, kamu atau aku yang membangunkannya” – Halaman 37, Jika. 

Salam hangat,

Aku.

🙂

Malam makin surut. Sepi sudah melarut. Yang ramai cuma hujan dan tanda tanya yang muncul seperti halilintar.

Bulan mulai berkarat merengek meminta pagi. Keresahan membuatmu ingin tertahan di malam bersamanya tanpa ingin berganti hari