Diam

Dalam diam, hatiku terbungkam. Kelam. Suram. Muram

Dalam diam, senyumanmu berarak di langit talamus, Berserak. Acak. Porak. Aku sesak

Dalam diam, nafasmu melagu. Aku kaku, beku, sembilu menggebu

Dalam diam, kata per kata mulai membeku, menjadi es satu per satu, dan pecah dalam lamunanku.

Dalam diam, kalutku tersembunyi. Di balik doa, dalam hati. Terucap. Teramini. Sendiri.

“Diam adalah ketakjuban heningku akan kamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s