A wish for a slowly day

Terkadang suka kangen banget sama hari hari yang berjalan lambat. Hari-hari yang tidak harus terburu-buru, hari hari yang tak harus mengejar sesuatu. Dimana aku bisa hadir penuh di setiap detiknya, untuk beberapa jam saja.

Beberapa tahun belakangan, selalu dipenuhi dengan rencana. Kadang ingin juga hari tanpa rencana, dan membiarkannya lewat dengan dinikmati saja.

Tahun depan, aku ingin mempunyai lebih banyak “slowly day”, meminimalisir rencana, fokus pada hal hal yang aku sukai (bukan orang lain), lebih banyak berjalan kaki, lebih banyak menggunakan tangan dan hati untuk bisa menciptakan, bersalaman, atau memberi.

Hidup yang cukup, sambil sesekali menyiangi mimpi.

3.002.jpeg 1.002.jpeg2.002.jpeg

Mooimom ID

4.002.jpeg

 

Di hari itu, aku memakai baju dari Mooimom, baju ini didesain untuk bisa digunakan oleh perempuan yang sedang hamil dan yang tidak. Sebuah pakaian yang multiguna. Ada tali sabuk yang bisa diatur di bagian dalamnya. Nyaman, stylish pun dengan harga terjangkau.  Model-,model lainnya silakan liat di websitenya.

Aku masih punya satu baju yang sama seperti ini, kalau berminat silakan tulis di comment, kalau hari harimu berjalan lebih lambat, apa sih yang ingin kamu lakukan? Aku akan pilih salah satu yang beruntung, diumumkan di akhir bulan ini ya ūüėÄ

Goodluck!

cropped-cropped-carouselofmemories1.png

http://www.rahneputri.com

Tentang Ketakutan

takut/ta·kut/ a 1 merasa gentar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana ; 2 takwa; segan dan hormat; 3 tidak berani (berbuat, menempuh, menderita, dan sebagainya); 4 gelisah; khawatir, rasa gelisah

Seiring bertambah usia dan pengalaman, rasa takut itu semakin berkembang ya…. dan bertambah daftarnya.¬† Continue reading “Tentang Ketakutan”

Pilah Pilih Mbaknya Trah

Setelah melahirkan Trah, aku belum (mau) pusing nih soal nanti kalo balik kerja, si Trah dititipin ke siapa? Udah lah ya fokus dulu ama status “baru punya bayi” ini.¬†Belum siap mikir, belum siap ngambil keputusan, dan aku lebih pengen ngurus sendiri aja dulu berdua suami tentunya. Menjelang masuk lagi ke kantor, jreeeeeeenggg…….dilema dimulai:

Mau Daycare atau Baby Sitter?

Continue reading “Pilah Pilih Mbaknya Trah”

Pentingnya Cek Kuku Saat Kehamilan

Ada yang kukunya jadi cepet tumbuh saat sedang hamil? *angkat tangan. Nah semenjak hamil nih karena hormon kali ya, jadi kuku aku jadi cepet banget tumbuhnya. Sebagai orang yang #sukagigitkukuunite sebuah kenikmatan tersendiri sih kalo kuku cepet tumbuh gini hahaha jadi sering pengen gigitin terus X))).

Eits, tapi itu semua berubah sejak aku cari cari tahu artikel tentang kuku saat hamil, rupanya kita bisa cek kondisi kesehatan kehamilan lewat kuku loh. Continue reading “Pentingnya Cek Kuku Saat Kehamilan”

Thoughts: Parental Leave, Kak Seto and Stuff

Seminggu belakangan ini badan ga enak banget rasanya, demam & flu yang ga kelar-kelar, jadilah 2 hari belakangan dihabiskan dengan istirahat di rumah dan berkegiatan hanya di kasur saja, chating dengan grup temen-temen yang sedang hamil, baca artikel ini dan itu.

Kemudian, saat tadi siang baru bangun tidur efek dari obat trus aku membaca artikel ini. Sedih banget, ada seorang Ibu yang kehilangan bayi yang baru saja berusia 3 bulan di hari pertama dia nitipin di daycare, 2.5 jam di hari pertama si Ibu kembali bekerja karena Parental Leave nya yang selama 3 bulan sudah selesai. Dia tidak mempunyai option lain selain harus terus bekerja dan mengikuti peraturan perusahaan, karena suaminya freelance & asuransi kesehatan bayinya bergantung pada perusahaan kantornya. Pilihan yang terbatas.

Beberapa waktu yang lalu juga sempet membaca berita tentang Kak Seto yang mengajukan usulan agar cuti hamil dibuat selama 3 tahun (bisa dibaca di sini). Dari link di situ bisa dilihat respon dari pembaca, sebagian besar menolak usulan tersebut, beberapa lagi membully. Belum lagi juga membaca berbagai opini lain dengan pro-kontranya yang berlalu lalang di media sosial.¬† Continue reading “Thoughts: Parental Leave, Kak Seto and Stuff”

Surat Untuk Yang Dipuja Tentang Pemujanya

Iseng membersihkan beberapa file dalam laptop, lalu menemukan sebuah surat. Suatu waktu ada seorang pria yang menginginkan aku membaca novel yang ia tulis khusus untuk perempuan yang dipujanya. Kemudian, dia meminta aku untuk memberikan sedikit kata kata mengenai novel itu, sebuah surat pengantarnya lah. Hihi, lucu sekali melihat pria ini. Dan, setelah aku sadari, prempuan yang dipujanya ini adalah saudara jauh aku.

Apakah mereka berlanjut?

Saat itu tidak

Tapi, entah apa garis kehidupan mereka akan bertemu di masa-masa yang akan datang. Yang jelas, ada rasa yang sudah terungkap. Ada inspirasi yang sudah tertuang. Di hati masing-masing.

Jangan berhenti mencari.

Jangan berhenti merasa.

Jangan mati rasa.

Jangan putus asa.

Continue reading “Surat Untuk Yang Dipuja Tentang Pemujanya”