Tak cukup kau buru aku lewat kenangan, kau tikam pula aku lewat mimpi. Maumu apa? hatiku sudah terkoyak, aku tak punya lagi. Bagaimana menghilangkanmu? Saraf di kepala bagian mana yang harus kuputus untuk mengenyahkan kamu yang terus menggerogoti. Seperti rayap Yang enggan meninggalkan kayu. Sudah cukup kau jajahi aku seperti itu.
Read MoreAll articles filed in Writing
Di coklat matamu, aku tenggelam dan membiru.
Read MoreLuruh
Di rentang tangan mana lagi bisa kusisipkan cinta yang menggebu? Di kepala siapa lagi bisa kuselipkan bayangan yang enggan menyirna? Di paru paru mana lagi bisa kutitipkan separuh nafas sepanjang umurku? Langkah kaki siapa lagi yang bisa kuikuti? Dimana setiap derap pijakannya kuawasi dengan hati. Di proyeksi mata siapa lagi bisa kuhamparkan senyumku? Di telinga siapa…
Read MoreTuhan jika aku terlalu berseru. Ingatkan aku dengan tanda seru.
Read MoreHujan mengetuk ngetuk jendela tapi kenapa pintu kenanganku yang terbuka?
Puisi: Seandainya
“Seandainya aku bisa membesarkan anakku sekali lagi” Aku akan lebih dahulu membangun harga dirinya dan baru membangun rumah baginya. Aku akan lebih banyak memakai jari untuk melukis bersamanya daripada memakai jari untuk menuding kesalahannya. Aku akan lebih sedikit mengoreksi daripada lebih banyak membangun koneksi. Aku takkan banyak memerhatikan jam, tapi lebih banyak memakai mataku untuk…
Read MoreDear Future Me,
Hai. Kemarin kamu sedang bersedih, tapi seperti biasa, kamu bisa menyembunyikannya dengan tawa. Iya itu karena dia, salah satu pria yang pernah memasuki benakmu saat itu. Iya, laki-laki yang keluar masuk di kepala dan hatimu kan tidak banyak, hanya beberapa, pasti kauingat yang kumaksud siapa, dan lalu saat detik matamu terpaku pada barisan aksara ini,…
Read MoreKalau saja tak ada gravitasi. Aku takkan jatuh dan sesakit ini.
Read MoreKapan kau berhenti jadi fatamorgana? Kenapa kau tak mewujud saja. Hingga nyata. Keluar dari cakrawala. Jawaban semua kapan adalah waktu. Kubuka koleksi arloji di laci kepala, kubenahi satu persatu, mungkin ada yang salah, pada semua detikku.
Read MoreEntah bagaimana perasaan beberapa tuts piano yang tak pernah disentuh, samat-samat kehilangan nada. Ada beberapa tuts di kepalaku. Memainkan melodi yang sama. Bertubi-tubi menempa hati. Berkali-kali menyayat nadi. Sudah saatnya kucari not baru dengan kunci yang tak sama, partitur yang sederhana, namun ketukanmu yang menjadikannya sempurna.
Read More