Aku ingin mengumpulkan seribu isakan dan teriakan mereka jiwa-jiwa yang terasing.
Tapi kuperdengarkan pada siapa?

Air mataku berubah menjadi sebilah pedang. Ingin ku menghunusnya.
Tapi pada siapa?

Ketika uluran tangan dianggap menjadi ancaman. Perlukah kupotong sendiri nadi-nadi nurani yg menjalar di jemari. tiada percaya.

Mereka punya telinga yang tuli.
Punya mata yang buta.
Tapi tangan mereka penuh dengan duri.

Dan aku punya telinga, mata, tapi aku tak punya kaki. Maaf. Aku tak sanggup berlari. Gerak pun aku mati.

#freeflotilla #freeflotilla

~Jakarta~
Rahne Putri

hanya sekumpulan kata2 yang bahkan tak sanggup mendamaikan mereka.~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s