Pencinta Kata (Part 19)

Teruntuk Zarry, kutub kutub jemariku.

Zarry..

Untuk kali pertama aku tahu kau menumpahkan lahar dalam setiap huruf huruf yang kau susun untuk sampai di mataku. Emailmu benar-benar memanggang peparuku. Aku sesak dalam asap was was dan lalu merebus bulir air di mataku. Dengan cepat panasnya melintasi pipi dan lalu jatuh ke bumi sehingga tanah yang kupijak yang menopangku berdiri ini tahu betapa sedihnya aku. Seketika bumi sekitarku bergoncang atau….aku sendiri yang bergetar hebat karena itu. Entah aku tak bisa lagi membedakannya. 

Zarry meledak dan kini aku terserak. Kupunguti sendiri rasa sesal yang berarak

Kau berubah menjadi petir. Hatiku tersambar kata katamu yang getir

Kalimatmu berubah menjadi belati, dan itu menusukku. Aku tertikam dengan kejam dan kini aku dihujam rasa pilu yang menggebu-gebu

Aku mohon berikan nomor telepon barumu, Zarry. Izinkan kata maaf yang terlepas dari bibirku ini menghujani telinga dan mendinginkan amarahmu. Entah setan apa yang merasukimu dan meracuni otakmu dengan segala hal yang tak pernah kupikirkan sekalipun. Menyakitimu tidak pernah lahir dalam benakku.

Waktuku sangat berharga karena kau selalu berdiri diantara detaknya.

Kini aku mohon maaf. Atas segala detik detik yang berlalu karena mengabaikanmu. Sekarang ini aku ingin hadir di hadapanmu. Menyeret sendiri kata maafku. Membiarkan lututku mencium bumi dan aku merendah meminta pengampunanmu. 

Banyak yang harus kujelaskan Zarry, alasan alasan apa yang membuatku tidak membalas emailmu. Aku menemukan potongan-potongan masa lalu. Aku sekarang sedang berusaha menyusunnya untuk kubagi bersamamu. Lalu, ada sosok misterius seorang wanita yang dengan lancangnya mengikuti aku, ia benar-benar mengikuti tingkah lakuku. Ia memuat semua kata-kata yang pernah aku posting di twitter atau kertas kertas maya lainnya dan lalu menyebarkannya tanpa sumber. Ia bahkan membuat akun facebook yang mirip dengan namaku dan lalu menaruh semua karya, bahkan fotoku untuk menggoda para pria di luar sana. Dan berita lain lagi dariku adalah, aku sedang bersiap jatuh, ke kubangan cinta dan aku beharap terhisap disana selamanya.

Tentu aku ingin menceritakan ini semua Zarry. Demi semua huruf yang pernah terpatri. Tolong pahami aku hingga ke sanubari. Aku hanya ingin membuat semua ini jelas, dan lalu mengantarkan pesan ini sendiri ke pangkuanmu. Maafkan kesibukan dan jarak yang terentang antara kau dan aku. 

Aku tidak pernah menganggapmu pembual yang kesepian. Tidak Zarry. Aku berdiri di antara sendirimu. Puisimu tidak pernah membuatku mengantuk. Puisimu itu pemicu denyut makna. Aku terjaga dengan keindahan karenanya.

Kau menyenangkanku dengan porsimu sendiri dan itu selalu mengenyangkanku.

Zarry, jika kata-kataku adalah manusia, maka kau adalah rusuk. Kau menghilaaang!! bagaimana aku tidak remuk!! 

Kalau kau pergi, kata-kataku tak bernyawa. Lalu tanganku mati suri karena tak bergairah lagi, dan aku yakin ia akan bangkit lagi setelah diziarahi senyummu.

Ada apa denganmu Zarry? Kini aku kehilangan tenaga untuk mengejarmu. Apa yang terjadi denganmu, luapan kesalmu ini membuatku khawatir sesuatu yang buruk sedang mengkerudungi pikiranmu. Kumohon ceritakan. Kita ulang lagi lembaran baru. 

Semoga maafku ini mempunyai sayap yang kuat untuk menembus dan hinggap di hatimu. Jangan biarkan aku diam dan menghitung sendiri gelisahku.

Aku tercabik, mengharap semua akan segera membaik.

Air mataku mengucap salam untuk hatimu.

Tertanda,

Rahne 

previous : http://pencintakatazr.tumblr.com/post/2155312502/part-18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s