Unjung Unjung Ke Ujung Kulon

Tadinya sama sekali gak ada kepikian buat trip di awal 2012, soalnya sempet agak kecewa sama perjalanan ke Sawarna di pergantian tahun kemarin. Trus cuaca kurang mendukung, hujan dan angin kencang dimana-mana. Tapi, teman saya Mol, mengajak saya ke Ujung Kulon, 2D1N trip di Pulau Peucang. Wait, ini pulau yang saya pengen banget datengin pas taun baru kemarin kan? Semacam jawaban doa yang tertunda, jadi saya sanggupilah trip ke Ujung Kulon itu yang difasilitasi oleh @tukang_jalan. Walopun agak was was juga ama cuaca, jadi ya, saya ga pasang ekspektasi berlebih lah.

Berangkat dari Jakarta pukul 10 malam bersama 26 orang lainnya dengan menaiki mini bus, kami menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 7 jam menuju Sumur. Saya minum Antimo, HAHA, saya itu orangnya ga mabukan, tapi saya perlu tidur dan obat ini selalu berhasil, katanya sih jalanan ada yang rusak dan beberapa penumpang sampe ga bisa tidur, saya? Aduuuh saya ga berasa apa apa, pokoknya kalo bangun selalu bertanya “Ini dimana? Masih jauh?” dan kalo belum sampai, saya cukup mudah untuk terpejam dan kembali tidur.

Sampai di Sumur, kita sarapan sambil menunggu kapal yang akan mengantar rombongan ke Pulau Peucang.

(Suasana Pantai di Pulau Sumur)

Ada semacam rumah – rumah (saya lupa namanya) yang sedang bersandar di pantai, nanti kalau laut pasang, mereka akan berlayar dan mengapung, lalu memancing ikan dengan  menggunakan jala yang keluar dari bawah rangka rumah tersebut.

Kapal yang akan mengantar kami sudah mendekat. Kami segera berlayar menuju Pulau Peucang dengan lama perjalanan laut 3 jam. Setibanya di sana, saya cuma bisa bilang ….

WOOOOOOOOOOOOOOOAAAAAAAAAAAWWWWWWWWWW…

Gilak gilak gilak gilak. Belum menapak 1 langkah dan baru sebatas pandangan mata yang sampai di pinggir Pantai Pulau Peucang saya udah terkagum – kagum. Bagus bangeeet, jauh di luar ekspektasi saya. Lautnya sungguh jernih, sampe sampe keliatan layernya, mana yang dangkal dan mana yang dalam, saya juga bisa melihat ikan ikan sedang berenang secara langsung dari kapal.

(lonjakan kebahagiaan)

Tanpa ba bi bu lagi, saya langsung segera nyebur ke laut. Jernih bangeeeet, dan asin bangeeeet. Haha maklum saya ini renang ga jago, jadi sering ketelen air pas snorkling.

Setelahnya kami makan siang dan bergegas menaiki kapal untuk menyebrang ke Tanjung Layar, Cibom melakukan fun trekking menembus hutan.

(beberapa teman seperjalanan)

(tiba di Tanjung Layar)
rimbunnya hutan

Kami sempat beristirahat sebentar di rumah penjaga pulau ini, hiiiy saya ga ngebayangin dengan kehidupan mereka. Udah jauh dari mana mana, terputus dari koneksi telepon, tv… apalagi internet. Kyaaaa..

Ada menara juga di sini, ada beberapa orang yang penasaran dan menaiki menaranya. Saya juga kepengen, tapi badan masih capek hahaha..

penjaga di Tanjung Layar & menara

Setelah berisitirahat sebentar, kami melanjutkan trekking, tak jauh dari situ kita dihadapkan pada pemandangan pinggir pantai  dengan tebing-tebing karang yang nampak misterius dan indah (tsaaah)

     

  

(keeong keong unyu nan mungil di pinggiran karang)

Kemudian kami kembali melanjutkan trekking, kami kembali melewati hutan hutan yang rimbun dan cukup bikin saya mikir “Ini kapan sampenya yaaaaa” namun, tanpa dinyana tanpa diduga, trekking itu berujung pada

JENG JEEEEENG

OMG OMG saya suka bangeeet! Entah saya lupa ini tempat namanya apa. Rumput terhampar luas. Ada tebing juga yang sebenernya kalo ada air dari atas udah cocok banget jadi air terjun.

Pengen bikin piknikasik di sini rasanya, kaya NZ KW 2 (halah kayak pernah kesana) tapi beneran kereeeen. Saya langsung guling guling walopun rumputnya agak tajem tajem, saya rebahan dan ketiduran. Matahari di atas, hijau, suara deburan ombak dan kecapekan trekking. Gimana saya gak leyeh leyeh cobaak. (dan kulit langsung gosong)

Selanjutnya kita berlayar ke pulau yang lain lagi, namanya Cidaun. Di sini ada Padang Savana dan ada sekumpulan satwa yang sedang gathering..

(kaya mini afrika gitu deh rasanya … hehehe) pic via Santi K

Setelah dari situ, kita kembali ke Penginapan di Pulau Peucang. Surprise surprise di depan tempat penginaan banyak rusa rusa yang sedang ngumpul juga, ama beberapa babi hutan dan monyet.

Keesokan harinya, setelah saapan kita meninggalkan Pulau Peucang yang tercinta.. huhuhuhuuuwww pengen lebih lama di sini, semacam pengen booyong keluarga & temen deket buat ngadain pesta apa gitu… pesta pernikahan gitu misal #eaaa..

Kita berlayar menuju Pulau Handeleum (lama perjalanan sekitar 2 jam), di sini pantainya lumayan sih walau ga terlalu bagus, tapi sudah ada empat penginapan. Kita minum kelapa berjamaah di sini.

Setelahnya kita Canoe-ing mengarungi sungai di Cigenter. Sempet lumayan pegel juga entah udah mendayung berapa lama, dari bego banget megang dayung ampe ngerasa jago. Menelusuri sungai yang katanya banyak buaya ini saya tanya ke mas mas yang punya Canoe

“Mas ini nanti kita dayung sampe mana ya?” “Ya terserah mbak” “Loh ini rute kita lurus terus apa gimana” “Ya kalo lurus terus saya ga tau kemana, bisa seharian mbak” “LAH KITA INI MAU KEMANAAA? DISANA ADA APAAN” “Ya gak ada cuma gini gini aja” —- tau gitu kita gak jauh jauh kali ngedayungnya. Dan kita balik lagi ke laut. Lapaaar lapaaar.

Akhirnya perjalanan sesuai itinery selesai sudah, kami menaiki kapal dan bergegas menuju sumur. Saya ketiduran, kemudian saya dibangunin temen “Ne, ne yuk berenang yuk” … Ketika saya melihat sekitar, ada sebuah pulau di tengah laut, namanya Pulau Badul.

pic via Santi K

Aaaak.. saya langsung nyebur! Sampeee kita diserang ubur ubur. Hahaha lumayan nylekit nylekit dan gateeeel.

Ah. Menyenangkan sekali, pas udah sampe di Sumur, kita disambut dengan rombongan kuda lumping, soalnya ada yang ngadain sunatan. Ah serunya. Perfect short holiday.

Buat yang mau tanya harga perjalanan berapa & mungkin trip trip ke tempat lain, coba hubungi langsung @tukang_jalan atau www.tukangjalan.com ya.

Unjung unjung ke Ujung Kulon memang yang menyenangkan J