Surat Untuk Anak Dan Cucuku

Halo anak & cucuku…

Saat Ibuk atau Eyangmu ini lagi nulis blog ini, aku lagi deg-degan. Iya deg-degan ini sama kuat rasanya kaya tiba tiba dilamar bapakmu/ eyangmu itu. Deg degan karena pas dilamar dan ditanya aku mau nikah apa engga itu kan pertanyaan yang berkaitan dengan masa depan. Aku harus ngambil keputusan yang mana jawabannya harus aku pikirkan matang-matang, berdasarkan hati, nurani dan akal pikiran, berdasarkan cinta.

Gimana aku ga deg degan?

Nah sekarang, aku tuh lagi deg degan karena dalam beberapa jam lagi, Ibuk/ Eyangmu yang sakjane ga suka politik ini bakal menentukan masa depan juga, bukan hanya masa depanku ya, tapi masa depan se-Indonesia Raya. Suara atas keputusan yang akan aku buat nanti akan berpengaruh ke hidupmu juga, anak dan cucuku …

Beberapa jam lagi akan berlangsung sebuah pesta demokrasi dalam wujud pemilu.

Pemilu kali ini adalah pemilu yang paling keren yang pernah dilewati Ibuk/ Eyangmu ini. Gimana engga, aku ini udah ngelewatin 2x Pemilu sebelumnya tapi gak pernah seantusias ini. Yang pertama sih karena masih anak baru dapet KTP masih ingusan, lupa kayaknya ga ikut nyoblos. Pemilu yang kedua sih hanya sebatas menggunakan suara biar ga disalah-gunakan, milihnya ga sepenuh hati, ikut-ikutan aja.

Tapi yang sekarang ini….beda.

Beberapa tahun sebelum Ibuk atau Eyangmu nulis ini, aku pernah ke sebuah kota kecil untuk liburan. Aku seneng banget sama kotanya. Rapi, teratur, bersih … Kota itu sampai menginspirasi aku untuk nulis dan takceritain di buku The Journeys 2.  Aku juga ngobrol sama banyak orang di kota itu, mereka bercerita perubahan ini karena sosok walikotanya, semua orang yang aku tanyain ini kayaknya bangga sama beliau. Aku mbatin, wah, coba orang kaya dia ada banyak ya biar banyak kota yang bisa dipimpin.

Ndilallah beberapa tahun kemudian, dia terpilih untuk memimpin kota teramburadul-namun-aku-tetap-cinta ini, dalam waktu dua tahun, aku bisa merasakan perubahan ke arah yang baik, lambat tapi terasa. Tentu aku ya ga bisa minta dia jadi pesulap yang memperbaiki semuanya dengan simsalabim abrakadabra kan? Lah wong kondisinya emang udah parah banget.

Selama ini banyak orang yang ‘berhenti berharap’, mungkin karena sejarah,  banyak yang merasa kecewa dengan pemerintahan. Tapi kemunculannya itu semacam terbitnya mentari yang bikin seneng bunga matahari karena akhirnya ada satu sosok untuk dilihat, ada satu sosok tempat untuk tumbuh dan berharap.

Sosok itu bernama Jokowi.

Orangnya biasaaaaa. Dia kurus, pun orangnya juga medok sama kaya aku. Tapi aku melihat sosoknya seperti bapak. Bapak yang ga banyak ngomong tapi kalo ada apa apa langsung turun tangan bantuin anaknya pas belajar naik sepeda, seorang Bapak yang  melindungi anaknya dengan mengawasi dari kejauhan , seorang Bapak yang menginginkan anaknya mandiri.

Aku seneng banget sama dia.

Aku ingin banyak kota kota lain yang merasakan kebapakannya yang bersahaja.

Kenapa Pemilu kali ini seru banget?  Tadinya aku tuh ga mau ikut koar koar berpihak pada salah satu capres di Pemilu ini. Pengennya diem diem aja. Pasif kaya sebelum-sebelumnya. Tapi aku semacam melihat banyak hal hal yang kurang adil di pemilu ini. Ada banyak angin angin fitnah. Dari hal hal kecil sampai hal hal di luar nalar. Aku merasa gak boleh diam. Aku harus bersuara. Aku harus membantu sekuat mampuku. Untuk mendukungnya. Aku harus berani menyatakan keberpihakan.

Dan ternyata, yang merasa kaya gitu ga cuma aku. Dukungan buat Jokowi ini ternyata begitu menggelegar dan ramai! Orang-orang yang aku kagumi ada di belakangnya, banyak yang menjadi relawan, orang-orang kreatif yang biasa di belakang layar pada keluar semua menciptakan banyak karya untuk mendukungnya ….. sampe musisi international yang aku ngefans juga! Aku ini ga bisa tidur saking kesenengan begitu tau Sting, Jason Mraz, Arkarna, The Temper Trap mengatakan mendukung dia di akun fb ama twitternya. Mereka di jaman Ibuk/ Eyangmu ini adalah musisi yang keren banget lah. Gimana aku sebagai pendukungnya ga bangga jagoanku didukung, ya tho … :))

anies-baswedan-massa-konser-salam-2-jari-bukan-bayaran
Konser Salam 2 Jari dari para relawan di GBK! Mereka dateng sendiri, ndak dibayar
Artis lokal yang #AkhirnyaMilihJokowi
Dukugan dari para artis yang #AkhirnyaMilihJokowi
Dukungan dari musisi international!
Dukungan dari musisi international di Social Media!

Baru kali ini Ibuk/ Eyangmu ini merasakan “Kegembiraan berpolitik”, baru kali ini aku ngeliat banyak orang yang ga pengen golput dan mau bersuara (bahkan orang yang nyiptain istilah Golput aja mau menyatakan dukungannya!) Merindiiiing liat semua yang terjadi ini. Kaya nonton film tau gak.

Pada pemilu kali ini, Ibuk/ Eyangmu ini udah mikir matang-matang, berdasarkan hati, nurani dan akal pikiran, dan berdasarkan cinta pada negeri.  Bismillah, aku milih #Jokowi9Juli

Karena 2 bikin aku berbunga-bunga!
Karena 2 bikin aku berbunga-bunga!

Meskipun pertarungan akan berlangsung beberapa jam lagi. Entah kenapa aku sudah merasakan kemenangan.

Bukan …

Bukan pede menang …

Ibuk atau Eyangmu ini lebih kepada bangga melihat fenomena yang terjadi pada masyarakat ini dari sudut pandang kubu tempat aku memihak. Memang tidak secara keseluruhan, tapi aku melihat banyak orang yang menjadi peduli dengan pemilu ini. Banyak orang yang menjadi marah saat mereka ternyata tidak bisa menyumbangkan suaranya karena hal teknis. Banyak orang yang mau mengawasi jalannya pemilu. Banyak orang yang mengantisipasi kecurangan terjadi di sana sini. Banyak orang yang sadar, bahwa negara ini, Indonesia ini butuh kita semua, kita sebagai rakyatnya untuk peduli dan mau turun tangan membantu dengan apa yang kita bisa.

Dan aku, Ibuk/Eyangmu ini sangat bahagia sekali menjadi bagian kecil dan melihat gerakan yang menggembirakan ini. Semoga setelah Pemilu, kita semua ini ga kembali diam, tapi terus aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tentunya biar hidup kamu, anak dan cucuku ini supaya lebih enak dan bermartabat.

Siapapun yang menang nanti, Ibuk atau Eyangmu ini udah ikhlas. Semoga dia yang terpilih memimpin Indonesia nanti bisa membawa kita ke arah yang lebih baik. Setelah ini, pihak satu dan pihak dua akan kembali melebur menjadi rakyat. Dan kita kembali berpegangan tangan untuk mendukung, menjaga, dan memajukan bumi pertiwi ini.

Buku sejarahmu tentang Indonesia, bakalan keren karena peristiwa-peristiwa politik yang terjadi di Pemilu kali ini. Nilaimu harus bagus yah! Dan kamu harus bangga menjadi bangsa Indonesia 😀

Lihat juga: www.60detikaja.com

4 thoughts on “Surat Untuk Anak Dan Cucuku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s