“Seandainya aku bisa membesarkan anakku sekali lagi” Aku akan lebih dahulu membangun harga dirinya dan baru membangun rumah baginya. Aku akan lebih banyak memakai jari untuk melukis bersamanya daripada memakai jari untuk menuding kesalahannya. Aku akan lebih sedikit mengoreksi daripada lebih banyak membangun koneksi. Aku takkan banyak memerhatikan jam, tapi lebih banyak memakai mataku untuk…
Read MoreAll articles filed in Writing
Dear Future Me,
Hai. Kemarin kamu sedang bersedih, tapi seperti biasa, kamu bisa menyembunyikannya dengan tawa. Iya itu karena dia, salah satu pria yang pernah memasuki benakmu saat itu. Iya, laki-laki yang keluar masuk di kepala dan hatimu kan tidak banyak, hanya beberapa, pasti kauingat yang kumaksud siapa, dan lalu saat detik matamu terpaku pada barisan aksara ini,…
Read MoreKalau saja tak ada gravitasi. Aku takkan jatuh dan sesakit ini.
Read MoreKapan kau berhenti jadi fatamorgana? Kenapa kau tak mewujud saja. Hingga nyata. Keluar dari cakrawala. Jawaban semua kapan adalah waktu. Kubuka koleksi arloji di laci kepala, kubenahi satu persatu, mungkin ada yang salah, pada semua detikku.
Read MoreEntah bagaimana perasaan beberapa tuts piano yang tak pernah disentuh, samat-samat kehilangan nada. Ada beberapa tuts di kepalaku. Memainkan melodi yang sama. Bertubi-tubi menempa hati. Berkali-kali menyayat nadi. Sudah saatnya kucari not baru dengan kunci yang tak sama, partitur yang sederhana, namun ketukanmu yang menjadikannya sempurna.
Read MoreDi jalan mana lagi kutemui jejakmu? Semuanya sudah terpenuhi debu. Yang ada hanya hawa penat, terkulum bisu.
Sekali rengkuh, mengutuh. Jangan kau lepas, nanti rapuh. Sekali rengkuh, tersentuh. Jangan dihempas, nanti lumpuh. Aku hanya seputaranmu. Sejengkal Tuhan. Dekap aku perlahan-lahan.
Read MoreKamu substansi ribuan detik penantian, akar jutaan rindu, siap kuhitung hingga semua mengabu
Kita ini sepasang sepi yang bersulang dalam cangkir sendiri-sendiri
Sungguh jenaka sekali, bagaimana aku yang pelupa ini butuh jutaan waktu untuk melupamu. Menghapus senyummu butuh jutaan liter air mata. Merepih jejakmu butuh melewati ratusan mimpi. Sungguh jenaka kamu membuat aku seperti ini, kamu mungkin sudah berada di jalan yang tak lagi sama, tapi aku terus melewati jalan itu untuk mencarimu. Tuhan aku hanya ingin…
Read More