Hujan itu tipis, namanya gerimis. Dia malu-malu menerjangmu. Dia tak bisa lama, si lebat akan tiba. Maukah kau dan aku berlari bersama
All articles filed in April 2010
Purnama tak lagi bulat. Semenjak diet. Dia menjadi sabit. Berlekuk. Gelapku tak seterang dulu. Bintangpun termangu
Aku tak terlihat. Bersembunyiku dalam bayang gelap. Mengawasimu. Tanpa ragu. Aku akan menculik masa depanmu
Kusimpan kata-katamu dalam Botol. Kuawetkan getirmu dalam kaca. Dunia pun sepi. Lalu kupecahkan semua. Hingga tiada
Darah ini mendidih bersama serbuk emosi. Api benci. Paru paru tak memberikan ruang untuk menguap. Aku meledak.
Berhenti bertanya, berhenti berkata. Akan kupinjamkan telinga dan otakku. Agar kau tahu. Apa itu jemu.
Bahkan bayanganku lebih cepat berlari dariku. Dia meninggalkanku. Bisu. Pilu. Sudikah kau temani aku
Notasi, teruslah bermelodi. Menghibur sepi. Mengisi hampa. Jiwa yang mati
Aroma tubuhmu bersarang di hidungku. Menyaring debu kegelisahan. Dekatmu kuhirup ketenangan, bernafasku dgn kemesraan
Kau tercipta dari keringat, airmata, dan darahku. Anakku. Andai kau memanggilku. Ibu. Aku takkan terpenjara haru
