KRING KRING

Yak. Akhirnya setelah sekian lama di Jakarta dan memendam rasa penasaran gimana bersepedah di Ibu Kota, akhirnya dikabulkan dengan tau program dari @_Cyclor. Dengan tagline “pekerja ngekos, bersepeda cocok buat kamu”.

Jarak antara kost dan kantor saya sebenarnya tidak terlalu jauh. Mungkin sekitar 2- 3 km. Selama ini saya selalu menempuhnya dengan Bus Langganan (jadi penumpang gelap salah satu bus Karyawan Pegawai Negeri) atau Bus Trans Jakarta. Yang mana, bisa habis di jalan selama 45 menit baik nunggu dan berdiri Pengen ngerasain bike to work dari dulu. Sepertinya saya ga akan stress di jalan dengan menunggu bus, belum lagi berdesak-desakan dan lain lainnya.

Dan beneran, aplikasi saya diterima ama @_cyclor dan lalu pada hari Sabtu, 12 Februari 2011 kemarin, saya mendapat pinjaman bersepedah selama 1 minggu (bahkan dapat tambahan beberapa hari)

Gimana perasaannya? Deg-deg an banget. Sebelumnya saya belum pernah turun ke jalan dengan kendaraan beroda dua. Paling selama ini saya naik ojek, nebeng, atau naik busway. Tapi setelah beneran memegang stang sepeda dan mengkayuhnya di jalanan, ternyata semua ketakutan saya sirna. Saat di jalan besar, memang tentu kita harus hati-hati dan melipir dan saat mau menyebrang jalan kita harus ‘awas’ dengan kendaraan dengan pelat besi dan baja dari arah belakang. Tapi dengan adanya bel, lampu belakang, serta kehati-hatian mobil & motor itu juga akan kasih jalan.

Pengalaman saya, ketika naik sepeda. Di saat saaat jam traffic saya merasa tidak pasrah dengan berdiri / duduk dan menunggu dan berkhayal seakan akan aspal itu bisa berjalan sendiri seperti di Sea World dan kita bisa sampai di tujuan (mimpi sekali). Kalau naik sepeda, mata dan otak saya berusaha mencari jalan yang bisa dilalui. Badan ikut gerak. Beda banget dengan kepenatan kalau saya naik bus kota / bus transjakarta/ mobil. Belum lagi karena HP saya gak ada google map dan bukan orang Jakarta, saya menikmati sekali proses tanya tanya jalan sama orang-orang. Benar benar mennganut prinsip “malu bertanya sesat di jalan” dengan cara yang menyenangkan.

Gak capai naik sepeda? Tentu, apalagi kalau ada jembatan atau jalan sedikit nanjak. Tapi sekali lagi ketika naik sepeda itu ada pengalaman “menikmati alam sekitar”, dengan kayuhan santai maka perjalanan menjadi menyenangkan. Kamu bisa merasa angin yang menelisip ke wajah, rambut (menikmati saat malam ketika tidak banyak mobil / motor berseliweran) kalo siang emang polusi, saya biasa menggunakan masker dan juga topi.

Rahne bersepeda kemana saja? Paling jauh adalah Sunda Kelapa. FUN! Apalagi saya ini orangnya suka mampir + piknik. Kalo ada sepeda kayaknya gampang stop mendadak dan menikmati tempat tempat menyenangkan. Jadi saya kemarin main main ke Taman Taman dan juga Museum Museum. OWH you just don’t know how much it makes me feel ultimately happy! *jiwa suka jalan jalan*

Yeah sepeda dengan kondisi saya sekarang ini, saya rasa cukup pas. Doakan saya bisa cepat beli ya 😀 Berikut foto foto saya selama pakai sepeda. Oiya, bersepeda juga bisa tetap chic & pake heels loh. Yang mau pinjem juga bisa hub @_cyclor ya.

Cheeerrs. Kring Kring!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s