Kalo boleh lagi, aku tak ingin jatuh cinta. Jatuh itu sakit, boleh dibuat melayang saja karenanya? Rasa-rasanya tidur di awan menyenangkan. Lalu, ketika aku melayang, aku akan terbang. Aku akan melewati hutan awan, dan tak akan lagi berharap pada bintang jatuh. Biar kukunjungi ia sendiri dan kugigiti ribuan bintang hingga kenyang. Aku akan berkata pada bintang “Hayo, kugigit atau mau mendengar dan kabulkan permintaanku?” dan aku tertawa riang, turun perlahan dengan prosotan pelangi. Mampir ke awan untuk tidur.

Kukeluarkan rinduku, kusisipkan pada petir, dan petir merobek awan dan turunlah rinduku menjadi hujan. Merendam kaki langit. Jadi ketika aku jatuh, aku tidak menyentuh tanah. Aku akan tercebur dulu, baru tenggelam. Rasa rasanya, sakitnya lebih manusiawi.

Tanah, bukannya aku benci. Tapi jatuh padamu. Lebamnya sulit menghilang hingga kini. Biarlah aku membiru, dalam genangan hujan rindu yang menenggelamkan rasaku.Β 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s