Layang Layang

Selain menulis surat dan dihanyutkan perahu kertas, sesekali ingin kucoba menulis harapan di layang-layang. 

Kutulis di kertasnya yang tipis, kurekatkan pada bambu penahannya.
Kuterbangkan layangan itu, biar dia berdansa dengan udara. 
Swing atau tango, entahlah.

Benangnya akan kupegang erat,
lalu di saat aku siap, kulepaskan dengan senang hati.
Biarlah layangan harap & doaku pergi.
Meninggi.

Aku tak tahu kemana angin akan menculiknya.
Apakah layang-layang itu akan tersangkut di awan.
Terlilit pada temali diantara lekuk jejeran tiang listrik.
Sembunyi di ranting pohon yang mulai teranggas benalu.
Atau…
Terjatuh di atap rumahmu.

Yang jelas, aku sudah menuliskan inginku di layangan itu.
Semoga terbaca dan aksaranya terselip di iris matamu.
….disitu tertulis juga pesan, aku merindumu.

Layang-layangku, jatuhlah di tanah yang kau ingin tuju.

Jakarta, 19 Desember 2011

One thought on “Layang Layang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s