Thisable Festival 2013

Jadi, beberapa hari yang lalu saya dihubungi oleh temen saya Rifky by phone. Dia memberi tahu sebuah info tentang festival yang akan diadain akhir Juni ini. Namanya, Thisable Festival. Singkat ceritanya, kata Rifky, ini adalah event yang akan menampilkan macem macem kolaborasi dari teman teman difable & non difable.
Pertama-pertama marilah kita membahas soal “Difable atau Difabel”, tadinya saya pikir ini typo. Biasanya bukannya “disable”? Rupanya setelah googling, saya nemu blog ini dan dijelaskan
“Sekitar tahun 1998, beberapa aktivis gerakan penyandang cacat memperkenalkan istilah baru untuk mengganti sebutan penyandang cacat. Istilah baru tersebut adalah Difable yang merupakan singkatan dari kata bahasa Inggris Different Ability People (sic, mungkin maksudnya ‘differently abled people’ -penulis’) yang artinya Orang yang Berbeda Kemampuan . Istilah Diffable didasarkan pada realita bahwa setiap manusia diciptakan berbeda. Sehingga yang ada sebenarnya hanyalah sebuah perbedaan bukan kecacatan. Kami para penyandang cacat pada dasarnya dan dalam kenyataannya dapat melakukan apa saja sebagaimana orang lain melakukan namun hanya caranya saja yang berbeda”
Jadi “Difable” adalah eufimisme, pengunaan kata yang memperhalus. Jadi marilah kita mulai sekarang lebih memilih penggunaan kata ini dibanding “penyandang cacat”.
Oke, balik lagi soal Festival. Karena percakapan di telepon kurang memadai, Rifky mengundang saya dan beberapa teman untuk ngobrol ngobrol sama yang bikin Thisable Festival ini dan semalam akhirnya saya bertemu dengan mereka.  Bertempat di salah satu restoran di FX, saya ketemu dengan mbak Angkie Yudistia. Dia perempuan yang sangat cantik sekali, auranya kepancar. Terus dia memulai pembicaraan.
“Teman teman, terima kasih ya buat yang udah mau dateng ke sini. Oiya, saya ini “Difable” jadi saya ga bisa mendengar kalian kalau gak pake alat ini dan melihat gerak bibir kalian”, sambil menunjukkan alat dengar yang terselip diantara telinga dan rambutnya.
WHAT? Sumpah saya kaget. Saya gak mengira bahwa dia ternyata “Difable”. Dan seketika saya kagum. Saya kagum dengan kepercayaan dirinya, saya kagum dengan semangatnya, saya kagum dengan misinya. Dia kemudian bercerita tentang alasan dan harapan dia mengadakan Thisable Festival ini. Antara lain dia ingin membuat acara yang menginspirasi teman teman Difable untuk terus bersemangat dan menembus batas. Berangkat dari tentunya hal hal yang pasti dia lebih aware ya tentang ini, karena dia juga yang lebih merasakan. Berdasarkan data yang bersumber dari BPS di tahun 2010, Indonesia memiliki sedikitnya 10 juta jiwa penyandang disabilitas, dan mereka adalah teman-teman yang memiliki kemampuan luar biasa di balik keterbatasannya. Isu disabilitas kerap kali dianggap bukan suatu isu yang cukup penting, dan masih banyak pandangan negatif seputar isu tersebut.

Event ini juga dibuat untuk menciptakan suasana inklusif bagi teman-teman difable dan non-difable dimana inklusifitas sangat penting tercipta untuk menghilangkan “jarak” antara teman-teman difable dan non-difable yang selama ini ada sesuai dengan tagline event ini “When We Become One”. Saya pas meeting merasa agak sedikit merinding gimana gitu, dan pikiran mulai melayang layang ke gimana aku melihat teman teman Difable selama ini. Apakah yang aku lakukan ini sudah cukup baik? Atau kurang? Saya gak pernah tanya langsung ke mereka, saya gak pernah benar benar berusaha memahami, semuanya ada di pikiran saya aja.

Obrolan kemudian berkembang ke gimana kita menghadapi teman teman Difable dalam kehidupan sehari hari. Kita membahas gimana perilaku kita sendiri yang  bingung kala menghadapi mereka, terkadang awkward/ canggung karena takut menyakiti, takut menyinggung perasaan, takut ini dan takut itu. Hal itu tanpa disadari membuat kita membangun dinding. Dinding antara non difable & difable. Karena perasaan ga enak itu tadi. Belum lagi juga banyak pihak pihak seperti orang tua yang “menyembunyikan” anak anaknya yang Difabel, mereka terkadang diasingkan dan itu makin bikin kita bingung untuk menghadapi mereka.

Terkadang kita mengistimewakan mereka, tapi mereka belum tentu mau diistimewakan.

Oleh karena itulah, hal ini yang ingin disuarakan oleh Thisable Festival. Ingin menghilangkan jarak, menciptakan inklusifitas antara non difable dan difable. Acara ini diharapkan bisa menjadi acara tahunan. Akan banyak kolaborasi dan performance menarik seperti:

  • Si Kecil Zelda, mirip seperti Ray Charles. Dia adalah tuna netra yang handal bermain piano
  • (@RANforyourlife) ; Jamaica Café (@JamaicaCafe); J-Flow (@jflowrighthere) featuring Differensia Band; Uberka & Salomo (Blind Guitarist); Tangga feat. Zelda (Blind Soloist)
  • Fashion Show by Rafi (Deaf Designer) & None Jakarta
  • Talkshow yang akan membicarakan tentang:
      • Entrepreneurship dengan pembicara: Billy Boen (@BillyBoen) & Habibie Afsyah (@habibie) o    
      • Education dengan pembicara : Mimi Mariani Lusli & Lisa Honoris
  • Sport: Pertandingan Estafet yang akan dilaksanakan oleh teman-teman atlet dari Special Olympics Indonesia (SOIna) dan PORTURIN (Persatuan Olah Raga Tuna Rungu Indonesia).

image

I am so gonna support this event! 

So please come to FX 30 of June 2013. Acaranya bakalan All Day dan GRATIS! Oiya Angkie juga bercerita, gak akan ada yang tahu tentang menjadi Difable, Angkie sendiri baru menjadi Tuna Rungu saat dia berusia 16 tahun, tapi itu tidak menghentikan dia untuk berkreatifitas, berkarya. Dia bahkan sempat menjadi Abang None dan sudah membuat buku! Sempet dikasih semalam 😀

image

Saat meeting juga ada salah satu teman dari Thisable Enterprise yang Tuna Netra, dan dia mengalaminya dua tahun lalu, tapi semangatnya sangat menembus batas, dia bahkan memberi tahu saya cara membaca sms yang masuk ke hape dia lewat aplikasi tertentu yang mengubahnya jadi suara, dia juga bahkan bisa ngetweet! 😀

Saat ini saya mungkin ga bisa membantu banyak, tapi jika saya bisa menolong teman teman difable dengan menyuarakan acara ini dan menyebarkan misinya dengan menulis di blog serta hadir saat acara nanti, semoga bisa menjadi sebuah awal langkah saya dan juga mungkin teman teman  untuk tergerak dan mendukung serta lebih peduli, setelah membaca tulisan ini.

Terima kasih sudah mengundang saya mbak Angkie. Malam yang sangat menginspirasi dan menampar halus saya. Untuk lebih terbuka dan peduli.

Info lebih lanjut kalian bisa cek.

Twitter: https://twitter.com/thisablefest.

Website : http://thisablefestival.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s