Lidahku bergulat kebohongan. Bibirku ingin mengucap kejujuran. Tiada lafal yang lebih berat, selain barisan kata hati
All articles filed in Rahne Putri
Aku menjual otakku ke mimpi. Biar kalian bersatu, ucapku. Tubuhku terasuki nyawa
Dalam diam aku berteriak, dalam hingar aku berbisik. Pada sepi aku mengadu. Aku rindu padamu. Biar angin membawa itu
LOOKBOOK.nu: kiss me.
Read MoreIjinkan aku berdansa denganmu. Meski hanya di panggung mimpi, karena aku tak punya kaki
LOOKBOOK.nu: diagonal vs horisontal
Read MoreAku bersumpah. Aku tak pernah buta arah. Mataku hanya belum terjamah, oleh panah dari hati. Dia hanya belum berani
Mentari, sembunyilah. Reduplah sementara, ku masih ingin tersihir gelap, dan tak terjaga dari mimpi. Sebentar saja, sebentar
Semilir angin bisikmu membius. Menembus arteri nadi. Aku mati suri.
Kabut merah muda membeku dalam angan. Tersublim lewat mimpi. Tertiup menghembus nurani. Menuju raga yang hampa. Yang tak mati.
