Ada saat dimana kita tidak perlu menoleh ke belakang. Jangan lihat lagi apa yang sudah (ikhlas) kita tinggalkan. Aku percaya, itu akan meringankan langkah, untuk menjemput sesuatu yang baru. Sesuatu yang lebih melegakan. Sesuatu yang membuat kita bersyukur, karena menjemputnya dengan tangan yang sengaja sudah dikosongkan.  Sungguh itu tidak semudah bernafas. Aku berdiam terlalu lama…

Read More

Luruh

Di rentang tangan mana lagi bisa kusisipkan cinta yang menggebu?  Di kepala siapa lagi bisa kuselipkan bayangan yang enggan menyirna? Di paru paru mana lagi bisa kutitipkan separuh nafas sepanjang umurku? Langkah kaki siapa lagi yang bisa kuikuti? Dimana setiap derap pijakannya kuawasi dengan hati. Di proyeksi mata siapa lagi bisa kuhamparkan senyumku? Di telinga siapa…

Read More