Ingin rasanya, memekat menjadi gelap. Kugantikan bayanganmu. Sedemikian rupa caraku, untuk sehasta dekat denganmu.
Read MoreAll articles filed in Writing
Apa aku perlu, tersublim jadi udara. Menyesak di peparumu. Sesekali, aku ingin menjadi nafasmu.
Kalau sepi itu bernada. Pasti suaranya seperti biola atau harpa. Melodinya meremas-remas hati. Hingga berserpih hilang bersama nadi
Apa perlu, berada sedekat kau bernafas? Bahkan tak berjeda dengan udara. Supaya kau tahu, aku ada.
Merindumu mungkin salah. Tapi hatiku melagukan itu setiap waktu. Hingga kuharap hujan deras menenggelamkanku, hanyutkanku sampai di depanmu
Read MoreMemikirkanmu mungkin salah, tapi otakku suka sekali melakukan itu. Semilir diantara penat. Walau hatiku perlahan sakit terlumat.
“aku kumpulkan jutaan kunang-kunang. Kukirim ke tempatmu. Agar terang jalanmu menujuku.”
Read MoreDan setiap kali kau menanyakan kabarku dari jarak yang terbentang bisu. Aku selalu berhasil jatuh merindu
Memanggilmu di kepala itu mudah. Hanya sejentik waktu. Kau duduki semua ingatanku
Andai kenangan bisa kusimpan di laci. Jika perlu, baru kubuka sewaktu-waktu. Tak perlu melekat di kepala seperti ini
