Cerita Gerimis

(1)
Gerimis itu hujan yang penuh hati-hati.
Dia ingin pelan jatuh ke bumi
Agar tak terlalu sakit
Ia datang bersama kelabu
Saat awan galau menjadi hitam
atau putih

(2)
Jikalau aku setetes bulir hujan
Aku akan memilihmu untuk kuhujami

(3)
Aku ini gerimis
Tipis
Pelan membasahi
Jangan berteduh, aku tak kan menyakiti
Tengadahkan tanganmu
Terimalah aku

(4)
Awan mengirimkan gerimis untuk membelai bumi
Seperti aku
mengirim doa dan salam rindu
Untukmu

(5)
aku bersekutu dengan awan
mengirimkan gerimis pagi ini
agar kau segera pulang
dan menghangatkanmu dengan pelukan

(6)
Aku akan merajut benang-benang gerimis
Kupintal dengan rindu
Kalau sudah jadi
Jubah cinta ini aku kirimkan untukmu

(7)
Gerimis dan suaramu
Melodi apa lagi yang lebih menenangkan dari itu.

(8)
Tida yang lebih manis, selain sebersit senyum tipis, dari balik tirai gerimis

“Seperti gerimis, aku jatuh perlahan-lahan padamu”

Jakarta, 22 Juli 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s