Ia memusuhiku Aku sudah menyerahkanmu pada hari lalu Tapi Tak ada yang bernama hari baru semenjak itu.
Read MoreAll articles filed in July 2010
AWAN
Aku benci awan, kau terlalu banyak Menggumpal berarak tak berhenti Menutupi langit yang sedang menulis namamu. Yang selalu ingin kutahu
Read MoreGrew older, with some trouble. Face it, then you become wiser.
TERBALIK
Malam kian terik, bintang berkeringat. Tanah dan laut menguap. Awan kehujanan. Aku kamu – kamu aku. Masih satu
Read MoreSELESAI
tak ada titik, koma atau garis. Hanya sebaris senyum tipis, atau isak tangis
Read MoreTAKUT
Jarum jam enggan bergerak Detik tak mau berdetak Bayangan bersembunyi Hanya nadi, denyutku, dan jawabanmu.
Read MoreSejak kapan hujan jadi peluru? Sejak awan membencimu yg bersembunyi di balik waktu. Di ketiak detik masa lalu. Langit berhasrat membunuh lukamu
MALU | Aku pelukis. Kupilih warna merah jambu, kusapukan di pipimu. Itu tugasku, setiap waktu.
Setingkat dari langit ketujuh lah aku menuju. Membawa ribuan warna tuk melukis wajahmu. Dan di kaki bumi, bayanganmu menaungiku.
Bangun. Bidang. Hati.
LINGKARAN | Hei kamu, silahkan berputar, selama aku porosmu. SEGITIGA | Apakah hatimu bersudut? Sembunyikan aku di situ. KOTAK | 4 garis. Waktu. Nadi. Senyum. Keriputmu. Membingkaiku JAJAR GENJANG | Kemiringan jalan pikirmu. Menegakanku SEGITIGA | kita sama sisi, berpijak berdiri sama kaki. Cinta itu segitiga. Aku – Kamu – Tuhan. Titik. LINGKARAN | Rasa…
Read More