Mungkin. Ketika kau pergi.

Aku kembali seperti bayi. Merangkak dan belajar berjalan lagi.

Benarkah aku menjadi bayi? Kini berdiri aku tak mampu. Berjalan aku goyah. Berlari hanya melukai diri.

Bayi. Ingin berbicara, tapi tak bisa menemukan bahasa. Ingin mengungkap rasa, namun hanya bisa tangis dan tawa.

Dan ketika kau pergi. Aku hanyalah bayi yang bersisakan air mata. Tak mampu bicara. Teriak sesekali dan merengek sepuasnya

Apa aku mau tetap menjadi bayi, tanpa beranjak dewasa?

Beranjak berdiri, melangkahlah sesenti.

Aku tak pantas jadi bayi, yang merengek sampai mati

Bayi ini besok akan berlari.

Dewasa tanpa perlu melewati ulang tahun berkali-kali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s