Dibalik Plastik, Ayo Love Earth!

Penggunaan plastik nampaknya memang tidak bisa lepas dari kehidupan kita ya? Februari lalu, Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI mengeluarkan kebijakan kantong plastik tidak gratis yang berlaku di ritel modern di 23 kota. Banyak yang menyetujui, tapi juga banyak juga yang kontra atau tidak peduli.

Waktu saya kecil, eyang saya punya warung kelontongan gitu di rumah, tentu saja beliau menyediakan plastik/ kantung kresek untuk orang-orang berbelanja. Saya pun tumbuh dan besar merasa penggunaan kantung plastik ini lumrah.

Kemudian, saat kuliah, dimana saya aktif menjadi ketua klub film dan kemudian menyelenggarakan festival film. Saya mendapat kiriman banyak sekali film-film dokumenter dari organisasi film di luar negeri, dan kebanyakan saat itu filmnya bertema lingkungan hidup. Dari situlah, mata saya mulai terbuka dan saya mulai merasa harus peduli dengan lingkungan yang saya tempati ini. Pelan pelan saya mulai belajar ingin tahu lebih banyak tentang gaya hidup hijau atau green living. Salah satunya adalah, mengurangi sampah plastik yang saya gunakan.

Jadi, peraturan pemerintah Februari kemarin untuk membayar kantung plastik, saya termasuk pendukungnya nih. Paling gak dengan langkah ini, masyarakat sedikit demi sedikit bisa teredukasi bahwa penggunaan plastik = membuat sampah. Mana selama ini gratis kan? Penggunaannya jadi ga bijak. Belanja ga perlu plastik, yang bisa dikantongin/ masukin tas, tapi ya tetep minta plastik, karena kebiasaan.

Berdasarkan studi Jenna Jambeck (2015), Indonesia merupakan peringkat ke 2 di dunia sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar ke laut. Gimana engga, rata-rata setiap orang mengkonsumsi 700 kantong plastik setiap tahunnya dan… belom tentu dibuang di tempat sampah nih. Suka sebel sama yang bawa plastik ke pantai/ gunung / tempat pariwisata. Sampah-sampahnya ga dibawa, dibiarin aja, kan jadi kotor dan ngerusak alam. Faktanya nih ya, butuh waktu sampai 1000 tahun untuk kantong plastik terurai. Masak mau ngewarisin plastik, sampah atau problem lingkungan ke anak cucu cicit kita? Kasian kan.

Berikut adalah cara-cara saya yang selama ini saya lakukan untuk mengurangi kantung plastik:

Karena bisa jadi mereka bukannya tidak peduli, tapi ya gak tau bahayanya.

  • Sering share informasi tentang bahaya penggunaan plastik ke sekitar.

    Karena bisa jadi mereka bukannya tidak peduli, tapi ya gak tau bahayanya.

  • Hindari TAKE AWAY.

    Nah ini, dari beli makan baik di warteg – restoran, kalo bawa pulang makanan berpotensi make banyak banget plastik dan ujung-ujungnya jadi sampah. Usahakan makan di tempat, kalaupun mau dibawa pulang, bawa tempat makan sendiri. Lagipula, saya kadang suka eneg nih kalo beli makanan dan pake kantung plastik yang warna hitam, ga tau napa pengen muntah nyiumnya, jadi ga nafsu makan.

  • Beli produk-produk dengan ukuran besar, hindarin pembelian sachet.

    Kalo banyak yang bilang sachet lebih ekonomis, menurutku malah kalo beli ukuran jumbo yang lebih ekonomis. Habisnya lebih lama, jadi nyampahnya lebih sedikit 😀

  • Bawa Reusable Bag.

    Kalo perlu punya banyak dan ditaruh di banyak tempat biar ga lupa: di dalam tas, di mobil, di bagasi sepeda motor.

Berbicara soal poin ke 3 & 4, aku sangat appreciate dengan salah satu campaign dari Tempo Scan Pacific, perusahaan farmasi terbesar di Indonesia (tapi mereka ga cuma punya produk farmasi aja, ada juga produk kebutuhan sehari-hari dan juga kosmetik). Mereka menginisiasi program Tempo Scan Love Earth, sebuah program kepedulian lingkungan yang bertujuan untuk mengubah perilaku pemakaian kantong plastik oleh konsumen dengan memberikan Shopping Bag Tempo (tas belanja berulang kali pakai/ reusable bag). Ini dia bentuknya 😀

Mereka juga membuat video campaign yang menghadirkan brand ambassador/ aktris talent TVC  dari produk-produk Tempo Scan Pacific. Videonya bikin aku merinding banget :’| :’|

Video diambil dari https://youtu.be/osZ6wXOlF5U

Tak hanya itu, mereka juga punya sistem reward. Setiap pembelanjaan produk Tempo Scan Pacific minimum Rp50.000, konsumen berhak mendapatkan satu tas belanja pakai ulang. Pas nih, beli aja beberapa produk-produk ukuran besar, pasti nyampe, trus dapet reusable bag :D. Sesuai ama poin ke 3 & 4 kan?

Nah, konsumen yang kembali menggunakan tas belanja tersebut pada belanja berikutnya, berhak mendapatkan diskon 5% untuk setiap produk Tempo Scan Pacific yang dibeli atau voucher pulsa untuk setiap struk dengan pembelian produk Tempo Scan yang diupload ke http://www.ayoloveearth.com Mayan banget kaaaan….. Cek juga deh video tentang infografik dan informasi lengkap seputar campaign #AyoLoveEarth 

Gak ada kata terlambat untuk memulai mencintai lingkungan, mulai dari diri sendiri untuk hal-hal yang biasa kita lakukan. Saya juga berniat membesarkan Trah, anak saya untuk hidup lebih hijau dari saya, saya ingin mengajarinya green living sedari dini, untuk kebaikan dia juga. Bismillah.

Punya cerita tentang green living/ tips penggunaan plasik? Tulis di comment ya.

Kunjungi http://www.ayoloveearth.com dan jadilah bagian dari pengurangan sampah plastik, untuk bumi yang lebih baik.

Kunjungi http://www.ayoloveearth.com dan jadilah bagian dari pengurangan sampah plastik, untuk bumi yang lebih baik.

Ayo Love Earth! 😀


The Tempo Group

 

9 thoughts on “Dibalik Plastik, Ayo Love Earth!

  1. mulai dengan hal kecil seperti membawa tempat makan sendiri kalau dibawa pulang, seperti saya tiap berangkat ke kantor kalau beli sarapan pagi,xiixii

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s