Sapuan mata terhenti pada garis tertentu.

Memilih pura pura buta supaya lupa, memilih pura pura lupa untuk meringankan luka

Semua masih langkah pura pura. Hanya perkara waktu nanti yang menjadikannya nyata.

Seperti anak kecil yang merengek dan menangis hingga tertidur, ia esok akan lupa meminta boneka atau permen.

Seperti itulah,

Semoga esok aku lupa, pernah meminta kamu

dan aku kembali berjalan bukan dengan langkah pura pura.

Jika aku mau, Tuhan dan alam akan berkonspirasi membuatku lupa.

Itu jika aku mau dan berhenti melawan lupa dengan terus mengingatmu

Sekarang setiap mimpi yang terajut,

merupakan rentang selangkah menjauh dan lalu mendekat pada hutan asa baru. 

Hingga aku tergiring dan tersesat lagi dalam belukar senyum, yang tumbuh di kepalaku.

Serajut mimpi. Selangkah menjauhi lalu. Sehasta mendekati baru.

Jakarta, 28 Juni 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s