Float 2 Nature – Bus Rinjani

Jumat lalu, saya ikutan #Float2Nature. Acara ini merupakan kolaborasi dari @lembahpelangi & @picnicholic yang ingin menghadirkan Floatspot (Float’s Gigs) di Dieng, di mana orang dapat menikmati pertunjukan musik Float sambil menikmati keindahan alam, jauh dari hiruk pikuk kota besar. Dibungkus dengan musik, alam, dan tree care tercetuslah #Float2Nature 8 – 10 Juni 2012.

Saya sendiri sudah tau acara ini dari beberapa bulan lalu dan segera daftar. Karena?

  1. Saya cinta @Float_project. Saya udah jatuh hati dengan mereka sejak lagu “Pulang” menjadi backsound salah satu film indie di Festival Film yang saya aktif di dalamnya saat mahasiswa. Mereka sempat vakum beberapa waktu lalu kembali hadir dengan format baru dan lagu-lagu yang tetap nyess dan membuat saya melayang.
  2. Musik, alam, camping dan Dieng. Perpaduan yang manis. Saya belum pernah camping, saya belum pernah ke Dieng dan semua terpadu di acara #Float2Nature. (Cita-cita nonton konser Heima Sigurros belum kesampaian, jadi boleh lah ini dulu)

Waktu demi waktu berlalu dan tibalah hari yang ditunggu-tunggu itu, kemarin. Dari 200 peserta, hampir 1/4 nya saya kenal. Maklum banyak anak twitter, twitter kan bikin dunia kaya sebesar daun kelor dibagi 4. Berdasarkan itinerary sih. Kami akan berangkat dari meeting point (Djuragan Coffee) di Jakarta pukul 20.00 dan akan tiba pukul 08.00 keesokan harinya. Jumat pasti lekat dengan macet ditambah hujan, keberangkatan mundur 1 jam. Saya kebagian bus Rinjani bareng MutyNindyaTeppy, Sandi.

Saatnya minum Antimo.

Saat saya terbangun, kira-kira pukul setengah 5 pagi. Ternyata ada kemacetan di Majalengka, bener-bener ga gerak. Itu karena ada kecelakaan yang menyebabkan bus melintang dan arus lalu lintas jadi macet total sekitar 5 jam (katanya, saya tidur sih). Syukurlah jam 05.30 sudah bisa nafas lega.. lalu lintas melonggar. Kita lanjutkan perjalanan.

Akibat macet keluar dari Jakarta dan di daerah Majalengka tadi. Kita pastinya mundur dari jadwal, perkiraan adalah pukul 12.00 siang. Karena pada kelaparan, kita sempet melipir ke rumah makan untuk sarapan, bayar sendiri-sendiri.

1 jam berlalu

2 jam berlalu

Beberapa jam berlalu…

Jam 12 pun lewat. Laper juga belom makan siang, tapi kayaknya kita semua optimis bentar lagi sampai, jadi ga ada inisiatif untuk melipir ke rumah makan lagi untuk makan siang.

Jam 4 …..

Kita belom juga sampai …

Bus saya terpisah dengan rombongan bus lain. Kemudian kita sudah sampai di Banjarnegara. Kondisi jalannya itu menanjak dan berkelok-kelok. Beberapa peserta sempat mengeluh karena supirnya typical “senggol-bacok”, bawain bus-nya rusuh. Saya sepanjang jalan tidur sih (tidur mulu haha), jadi ga begitu ngerasain. Lalu pas di tanjakan … eh..

Busnya munduuuuur sendiriiiiii!

Horror abis, supir bus sempet teriak ke kernet pake bahasa Sunda pokoknya yang kedengeran di saya “Bego, cepetan ban-nya diganjal batu biar ga turun”. Karena banyak yang panik, kita semua turun dari bus terus kemudian jalan kaki nanjak beberapa ratus meter.

Lalu kita naik bus lagi, lalu terulang lagi, busnya mundur-mundur di tanjakan karena ga kuat, kita kembali berjalan kaki. Lumayaaaaan. Sempet foto foto dikit sih, soalnya keliatan matahari tenggelam di balik gunung. <yang harusnya dinikmati sambil dengerin float kalo dari itinerary)

Terus gak tau gimana, ada yang berinisiatif untuk berhentiin pick up yang lewat. Karena saya juga bosan di dalam bus & biar beban di bus berkurang, akhirnya saya ikutan naik Pick Up. Seru banget! Udara dingin nampar-nampar muka. XD

<Maaf blur, abis serem juga foto foto posisi nanjak & kecepatan tinggi di mobil pick up>

Trus tibalah kita di Warung Bu Jono sekitar maghrib. Tempat ini harusnya jadi tempat sarapan kita tadi pagi. Busyet nyaris 24 jam perjalanan. Ini hampir menyusul pengalaman saya naik travel ke Solo karena nyasar (ini saya ceritakan di The Journeys 2). Sembari menunggu rombongan bus yang kita tinggal, kita minta makan, lalu dikeluarkanlah makanan yang kayaknya sih itu makanan jatah sarapan. Saya mah orangnya nrimo dan karena lapar, ya habis juga sih. Terus saya menyempatkan diri untuk uji nyali …. saya mandi & keramas pula di air yang super duper dingin banget. Prestasi abis! :))

Akhirnya ada panitia yang datang. Lalu Bus Rinjani yang kami tinggal tadi datang juga tapi sudah tidak ada teman-teman seperjalanan, mereka udah sampai di camp. Lalu secara bertahap, 10 orang yang tadi naik Pick Up dijemput kijang untuk diantarkan ke lokasi camp. Saya, pasukan terakhir, dijemput pukul 20.00.

Di perjalanan saya sempet curhat ke panitia.

  1. Sarapan kita bayar sendiri
  2. Tidak ada makan siang (ada temen saya yang ga biasa sarapan & memilih tidur, ternyata ga ada melipir makan siang, jadilah dia baru makan pas di Warung Bu Jono) bahkan tidak ada yang namanya air putih / cemilan yang disediakan untuk perjalanan.
  3. Bus yang kita pakai bermasalah. Bahkan kabar dari temen-temen di bus yang ga naik di Pick Up, saat mereka memutuskan melipir makan. Busnya ngaku kalo Bus Rinjani yang kita pakai itu sebelumnya disewa 6 bulan dan belum di-cek sebelum kita pakai, dan kernetnya ngomong gitu sambil benerin rem -____-.
  4. Bagaimana dengan itinerary lain yang skip semua di hari Sabtu?

Dari curhat dengan mas panitia entah siapa namanya, dia minta maaf dan berjanji akan mengganti armada bus yang kita pakai. Dia juga minta maaf karena supir bus salah ambil rute dari yang sebelumnya udah disiapkan panitia. Untuk itinery lain, akan tetap dilaksanakan dan pindah ke hari Minggu.

Saya lihat keluar dari balik kaca mobil kijang yang saya tumpangi. Dari kejauhan sudah terlihat api unggun, saya lihat ke atas.. Subhanallaaaah. Bintang ditaburin di awan kayak bedak sama Tuhan nih, indah banget! Seketika kekesalan 24 jam perjalanan saya ini kesedot dan hilang. Yeah, i am so easy to pleased -___-.

Syukurlah peserta lain & juga @float_project belum memulai pertunjukan musik karena nunggu semua peserta lengkap. Lalu, mulailah Float bermain … :’)

Udara yang super dingin, beratapkan bintang, bersandingkan api unggun, dan musik. Oh .. saya merinding! Apalagi Float memainkan lagu favorit saya, “Sendiri” yang dulu dipopulerkan Chrisye & “Sementara” yang sampai dinyanyikan dua kali  Yang kedua Bang Meng mengundang salah satu peserta, Ari, yang ternyata suaranya kereeen! Saya ada upload di youtube nih. Di saat itu saya cuma bisa diam, nikmatin alam, bolak-balik liatin bintang & bulan yang terang banget. Kedamaian tersendiri. Saya jarang banget nikmatin ini di suhu yang jauh lebih dingin daripada AC di kamar saya.

Larut malam. Di sekitar api unggun, saya berkumpul dengan beberapa teman saya. Melihat mereka bermain Werewolf sampai malam. Karena ngantuk dan badan pegel banget segera saya ke tenda. Yay! my 1st time tidur di tenda nih hehe. Harusnya kemah saya buat 5 orang. Tapi alhamdulillah, cuma kita bertiga. Saya, Teppy dan Nindya. Pertama kali nih saya tidur di slepping bag. Untung bawa selimut tambahan, soalnya baju saya lapis 4 & kaos kaki dobel aja masih nembus. Agak belum terbiasa juga tidur pake sleeping bag, tapi berhubung capek ya angler juga tidurnya >.<

Jam 4 pagi kita bangun. Lalu bersiap siap untuk mendaki gunung Cikunir dan melihat golden sunrise. ADUH DINGINNYA BANGEEEEEET BANGEEET BANGEEETTTT! Trus medannya lumayan terjal .. oksigen juga kalo di gunung gini kan tipis, gampang banget ngos-ngosan.

Setelah 30 – 40 menit pendakian. Saya mendapatkan ini …

(foto paling bawah itu yang paling pagi – kemudian paling atas pas mau turun ke camp. What a magnificent morning).

Dari atas saya juga bisa lihat tempat camp yang berada tepat di samping Danau Cebong.

<Suasana perkemahan dari atas & di bawah>

Beberapa teman saya yang ada keperluan dan khawatir tidak bisa kembali ke Jakarta sesuai waktu di itinerary memutuskan untuk pulang duluan pukul 09.00 pagi. Saya memutuskan untuk tetap ikut seluruh schedule. Soalnya udah bayar 850.000,- sayang rasanya 😦

Tempat kemah kita itu pinggir Danau Cebong. Enaaak banget tempatnya, berasa di New Zealand (kayak pernah kesana aja). Foto foto dulu lah….

Lalu sisa rombongan sebanyak 3 bus ini mulai melanjutkan tur di sekitar Dieng. Kita mengunjungi Telaga Warna, ketemu ama Anak terpilih yang rambutnya gimbal dan cara ngilanginnya kudu diruwat, lalu ke Kawah Sikidang, liat pertunjukan Tari Lengger, dan ke Candi Arjuno. 

Menginjak jam 13.30. Kita beranjak meninggalkan Dieng. Alhamdulillah sesuai janji, busnya udah beda sama yang pertama kita naiki.

Saatnya minum Antimo.

Gak tau gimana, pas saya bangun katanya Busnya sempet nyasar atau nyari-nyari jalan ke Pantura lah.. Karena udah malam, kita laper lagi doooooong. Anak anak rombongan bus Rinjani semacam “bayarin dooong panitia, laper niiiih”. Eh entah angin apa gimana, bus kita dibayarin lho makan malamnya, ga tau deh rombongan bus lain :p

Dan akhirnya, kita menginjakkan kaki di Jakarta pukul 04.30 pagi! Turunnya di tempat meeting point lagi, dimana jarang banget ada Taxi lewat di daerah Tendean. Huff.. kasian kan kita yang badannya udah capek gini kudu mikirin lagi gimana cara pulang ke kost / ke rumah. Nunggu taxi dll. 😦

Well overall. Saya sangat menikmati #Float2Nature ini. Namun memang banyak kekurangan yang perlu diperhatikan oleh panitia. Saya orangnya juga sering kok backpackan & ikut trip trip gini, jadi tentunya ini bisa jadi catatan buat siapapun yang akan melaksanakan kegiatan semacam ini selanjutnya:

  1. Selalu sediakan plan saat estimasi waktu meleset jauuuuh (dalam kasus ini mundur 12 jam). Perhatikan konsumsi para peserta, at least saat perjalanan sediakan air putih atau permen. Karena saat orang cranky, apapun bisa terjadi hahaha..
  2. Panitia harus memikirkan para peserta dari seluruh rangkaian kegiatan sampai para peserta tiba di Jakarta. Meeting point, pilih tempat yang memudahkan peserta untuk mencapainya atau yang dilewatin angkutan umum / taksi (apalagi kalo tibanya pagi buta)
  3. Jika lokasi susah sinyal, CP terkait sediakan telepon satelit yang bisa diraih dari/ke luar area, jadi jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, komunikasi bisa lebih cepat.
Saya gak kapok sih. Nagih! pengen camping lagi. Silahkan cek foto-foto lain di flickr.
Selalu ada cerita di balik setiap perjalanan. Sampai ketemu di perjalanan selanjutnya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s