Diaduk luka hingga rata. Dioles pada satu torehan. Dilapis hening enggan bergeming ditangkup senja bermasa-masa. Ini sajian. Enggan kumakan.
All articles filed in Rahne Putri
Aku digigit rindu. Kenyang sudah air mataku
Aku rindu suara detak jantungku sendiri ketika di dekatmu. Bukan begini. Aku menolak lupa demi denyutmu yang pernah tercipta
Kau dan aku. Adalah satu cerita, yang tak ingin habis kubaca.
Ribuan penat menunggu dilumat. Kini serat rindu, kian berurat di bilik sendu
Aku luka, bukan karena terjatuh. Aku sakit karena tak berani menjatuhkan diri. Inikah sedih yang berdiri di tengah pilu?
Ingin
Ingin merasa sesak dihimpit rindu. Ditinju lebam hingga membiru. Ya, hati kembali biru, merupa baru Ingin merasa hati menggigil bisu. Terdiam menunggu diselimuti bisikmu. Ingin merasa nyeri bertubi-tubi. Dan kau tiupi lukanya satu per satu Ingin rasanya tersengal-sengal, nafas memburu. Tergesa menujumu. Takut lenyap digulung waktu
Read MoreApakah ini detak? Bukankah ini rasa yang mengetuk ngetuk dinding jantung terlalu keras ketika kau ada. Ini denyut cinta. Sepertinya.
Biarlah aku berteralis rindu. Jeruji aku dengan candu. Penjarakan aku dalam waktumu
Ajari aku terbang dan kembali berwarna – Rahne Putri
Read More