Malam sudah semakin larut di matamu. 

Bintang dan bulan terseduh lelah. 

Jangan terpejam, cahaya disorotmu-lah yang tersisa

—//–

Jangan dulu bersembunyi pada mimpi.

Aku masih belum ingin berganti hari.

Hati belum siap dijemput pagi, lalu kemudian bertemu senja lagi. 

Perangkapi aku, malam ini. 

–//–

Ada ragu yang menunggu ditenggelamkan matahari. 

Ada cerita yang akan lepas di ufuk nanti.

Kurelakan bulan berotasi. 

Mengitari mimpi 

Sekali lagi

PICNIC SADGENIC Kemarin adalah hari Minggu yang paling hangat dan manis. Kerabat, sahabat, dan teman-teman yang baru terjabat oleh mata dan tangan hadir di Taman Langsat. Terharu sudah pasti, saya dikelilingi banyak orang yang mendukung saya dalam pembuatan buku “Sadgenic” ini. Acara berlangsung sangat lancar dan menyenangkan. Terima kasih kepada semuanya yang hadir. Untuk pengisi…

Read More

Jawaban

Aku duduk di dekatnya, sangat dekat. Namun dia terdiam. Dia membisu. Bibirnya seolah seperti tak mau saling terpisah, terlalu rapat. Lalu aku menciumnya, bibirnya masih saja lembut, ntah ramuan apa yang terkandung dalam bibir mungilnya yang tercetak sempurna itu. Efeknya seperti nikotin dan kafein, candu dan tenang. Dia tidak bereaksi, dia masih saja terdiam. Ciumanku…

Read More