Malam masih terlalu pagi. Jangan tiup aku terlalu dini. Aku masih ingin melihat bayanganmu dalam cahaya yang kubuat sendiri. Biarlah kunikmati
Read MoreAll articles filed in Writing
Sebening apapun, aku adalah keras yang mudah pecah. Molekul rapuh berwajah padat. Pelan pelan membungkus hatiku, ia terbuat dari kaca.
Semoga aku tidak menjadi tangga, dipijak hanya agar kamu menjadi lebih tinggi dan lalu aku menghening pada ruang waktu. Tenggelam menyaksikanmu dari bawah sini.
Read MoreAku kumpulan puntung kebahagiaanmu. Kutangkup dalam waktu. Kusimpan agar tak terhempas angin lalu.
Read MoreAku memilih menyulap diriku jadi ribuan bulu. Terikat pada tongkat. Menunggu debu yang singgah di hatimu, yang siap kusapu.
Seruas memori dan kenangan tertempel pada tiap halaman. Bayanganmu ada di tiap lembar. Kusimpan di laci, suatu waktu akan kubuka lagi.
Read MoreSesendok senja, segenggam purnama, kuaduk dengan cairan sehangat pagi. Kulebur waktuku, kusajikan untukmu, setiap hari.
Read MoreAku kenyang akan rindu, boleh memesan minum dari air matamu?
Sapuan mata terhenti pada garis tertentu. Memilih pura pura buta supaya lupa, memilih pura pura lupa untuk meringankan luka Semua masih langkah pura pura. Hanya perkara waktu nanti yang menjadikannya nyata. Seperti anak kecil yang merengek dan menangis hingga tertidur, ia esok akan lupa meminta boneka atau permen. Seperti itulah, Semoga esok aku lupa, pernah…
Read MoreHave you seen the great wall? Yes I have. But not in China. I’ve seen it once in your heart.
-Rahne Putri
Read More