Rinduku pecah di awan. Turun menjadi hujan
All articles filed in Writing
Aku berterima kasih pada retinaku. Dia tau benar bagaimana menangkapmu, dimanapun aku.
Aku sedang menyelimutimu dengan doa. Semoga kau aman didalamnya | Tuhan, jaga dia. Sampai tiba waktu, dia dan aku dalam satu.
I’m playing with my own feeling. Not with yours.Not now.Maybe later.Or soon. Or…not at all.But its fine. Very fine. When i look in to the mirror.I see a reflection of secret admirer. Oh, I’m enjoying this🙂
Read More“Percayalah, topeng senyum ini bukan punyaku. Karena yang kumiliki, masih ada di tanganmu” – Rahne Putri
Read MoreSurat Cinta #3 oleh @crezative
Dear Reza,
Woah, aku tidak menyangka perkenalan singkat dan perjalanan kita bareng ke PMI untuk donor darah kali itu menjadi awal cerita kita ya. Aku senang ketika kau bilang membuat tumblr dan mulai belajar menulis karena aku, karena sejujurnya aku juga sedang belajar XD.
Mari kita cari guru yang baik bersama sama kepada waktu dan rasa ya. Ah, aku senang sekali menerima suratmu ini Rezaaaa. Makasih banget. Ada perasaan senang dan haru ketika saya yang merasa belum melakukan apa-apa ini menjadi inspirasi untuk orang lain. Terima kasih banyak yah :’)
Ayo, kapan kita donor darah lagi? bareng Ridla, dan kita bisa lanjutkan dengan menonton film dll.
Salam hangat dariku *hugs*
Surat Cinta #2 oleh @dear_connie
Ini adalah surat cinta kedua yang saya terima dari Connie.
Teman twitter saya, yang baru bisa dihitung berapa kali kita berjumpa. Dan terima kasih atas rantaian kata yang mendekripsikan saya dari sudut retina dan hatimu. Connie, sudah kah kamu latah hari ini?
Saya senang berkenalan dengan banyak orang baru, dan karena itu saya tak pernah menyesal dan bersyukur kenal dan bertemu Connie.
Connie, berjanji kita akan sering meluangkan waktu bersama dan menggila dalam kata.
Cups.
Surat Cinta #1 oleh @diiiniii
Kemarin, adalah tanggal 1 Februari yang disulam oleh cinta. Seumur hidup saya belum pernah menerima surat cinta, dan karena program #30harimenulissuratcinta, hari itu saya sekaligus diberi 3 surat.
Ini adalah surat dari @diiiniii, sebelumnya saya belum pernah bertemu dengannya. Bahkan di twitter pun saya belum berkesempatan menyapanya atau mention atau reply atau entahlah mungkin saya lalai. Surat ini ditulis dengan sederhana dan manis. Dan saya adalah wanita pertama yang dikirimi surat olehnya, cukup bangga.
Dear @diiiniii, kita harus bertemu suatu saat dan menikmati sepotong hari bersama dengan kopi atau es krim yah. Terima kasih atas apresiasi yang kamu beri ke saya. Terima kasih banyak
Bukankah tenangmu, menenangkanku?
Hari masih siang. Tapi senja mendadak hadir, lalu ia tenggelam di balik mata. Menelurkan embun bagi hati yang kering menggema.
