Berciuman dengan Bibir Yang Tak Kurindu

Aku berciuman dengan bibir yang tak ingin kurindu.

Aku menggenggam jemari yang membiru

Aku menatap bola mata bayangan ribuan hari lalu.

Aku bernafas dengan aroma tubuhmu dan kuhela sepanjang ratusan senja

Angka-angka yang meluruh membelit dan mengikatku bersama waktu

Aku menemukanmu sepotong senyummu di membran kepalaku yang ingin kuiris, tipis bersama sembilu.

Aku mencetak namamu di dalam bayangan paling hitam

Telah kulukis wajahmu dgn air mata.

Kumuntahkan buah khuldi yg sama kita cerna.

Kutikam dan kubunuh hari, dia saksi jejak dua pasang kaki.

Dan kini, terebah pada ranjang bumi.

Aku mati suri dan masih menciumi bibir yang tak ingin kurindu itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s