Diam itu memberi waktu pada hati dan pikiranku untuk berbicara

Diam itu memberi kesempatan pada detik dan waktu. Untuk merekam jelas keberadaanmu

Diam itu ketika aku mengunci lidahku sendiri dan memilih menikmati wujudmu dalam sepi

Diam itu adalah ketika denyut cinta dan detak jantung kita saja yang membahana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s