Putaranku

Di mata sang tergesa, waktu seperti membawa senjata tajam untuk terus memburunya. Padahal tidak.

Di mata sang penunggu, waktu itu seperti pria botak bertubuh gendut, menyeret rantai besi di kakinya. Lambat. Padahal tidak.

Di mataku, waktu itu kamu. Dengan segala ketepatanmu. Aku, sang penggesa yang menunggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s