Saat kau berada jauh di balik cakrawala, jarum jam berubah menjadi belati. Setiap detiknya menghunjam jantungku berkali kali. Mencoba mengeluarkan bayanganmu di dalamnya, menjadikanmu ada walau hanya di kepala. Lalu aku akan berbicara pada siluetmu di tengah nafas beku yang melingkupi nadi, dan lalu kau menjelma menjadi air mata, menelusuri pipi.

Advertisements