Prague Day 1: In-foot-ainment

Kota Praha adalah kota ketiga yang aku kunjungi saat #RahneGoesToEurope tahun lalu. Dari awal merencanakan perjalanan, pengen ngerasain gimana sih naik kereta yang ada kasurnya. Kesampean deh. Berangkat dari Amsterdam, kami menggunakan overnight train “Bahn” dan membeli tiket yang untuk 6 bed/ cabin. Sebenernya ada sih yang cuma 2 bed sekamar, tapi pastinya lebih mahal. Harga tiket 1 orang/ cabin = 69 Euro.

Setibanya di Praha, berbeda dari Amsterdam & Paris aku merasa kota ini suram sekali. Asli, saat tiba di stasiun aku menangkap suasana yang ‘dingin’, kuno, entah kenapa aku juga deg-degan di situ, mungkin kerena negara ini adalah negara bekas komunis ya? .

Prague Station
Arrived at Prague Station. Somehow, kaya depressing gitu suasananya >.<
Look at her style! Kota ini mewakili representasi masa lalu di beberapa era
Look at her style! Kota ini mewakili representasi masa lalu di beberapa era

Kemudian kami segera mengikuti direction dari pemilik AirBnB yang akan kita sewa. Pas sampe kan hape belom beli nomor/ paket data, jadilah kita nyari internet di KFC terdekat dan berbekal tanya tanya orang lokal. Beruntung ada bapak bapak ganteng kece,  perawakannya kaya Richard Gere gitu yang aku towel pas di Metro, eh tempat tinggal dia deket dengan tujuan kita. Trus kita jalan bareng ama beliau, Orangnya baiiik, aku mulai merasa kekakuan kota ini meluntur…. :’)

Berasa throwback to 40s? :))
Berasa throwback to 40s? :))

Setibanya di AirBnB, jengjeng, apartmentnya ternyata ada di lantai 5 dan …. NO LIFT SAUDARA SAUDARA! Kita ga merhatiin pas booking. Kok ya ndilallah, bapak yang punya AirBnB nyamperin kita di pintu masuk, dan dia dengan sangat gentlenya mengambil koper aku dan mengangkatnya ke lantai 5. Padahal berat bok…. syukur deh dibantuin :))

Cozy Room & Bapak Pemilik yang lucu
Cozy Room & Bapak Pemilik yang lucu
Metro yang terhubung ke seluruh penjuru kota
Metro yang terhubung ke seluruh penjuru kota

Kamarnya nyaman, ada wifi, dapur, bathroom. Tergolong murah lah ini untuk nyewa full apartment. Harga saat itu Rp. 570.000/night. Kalo di Paris mah, 700,000 dapet kamar yang kecil buanget! Si bapak menjelaskan akses terdekat menuju pusat kota pake bahasa tarzan, karena beliau ga bisa bahasa Inggris. Walaupun terletak di lantai 5, lokasinya deket banget ama Metro. Cukup 30 menit udah nyampe tengah kota. Di sinilah kami akan tinggal selama di Praha untuk 5 hari 4 malam.

PRAGUE IN-FOOT-AINMENT

Prague Free Walking Tour
Prague Free Walking Tour

Karena bingung mau kemana, di hari pertama kita memutuskan untuk ikutan Free Walking Tour. Di pusat kota ada banyak pilihan, jadi bebas mau ikut walking tour yang mana, biasanya disesuaikan ama jadwal yang tersedia. Meskipun embel2nya ‘free’ tapi ya kita kasih tips lah buat guidenya, Apabila merasa terkesan dengan guide, berikan tips semampunya. Besar kecil akan diterima dengan senang hati.

Proses tour ini memakan waktu selama kurang lebih 2-3 jam, dan selama berjalan kaki mengelilingi Prague Old Town, guidenya akan menjelaskan sejarah dari bangunan-bangunan yang kita lewati. Menarik banget cerita-ceritanya, hal ini bikin kita jadi bisa mengira-ngira tempat mana yang mau dikunjungi dan ditelaah lebih dalam untuk jadwal kita selanjutnya.

Tur ini membuat aku mengerti sejarah kota Praha. Kelamnya masa komunisme. Peristiwa-peristiwa tragis yang bersejarah bagi kemajuan Cheko. Jalannya non stop, jadi pakailah sepatu yang nyaman. Oiya, kalo ikutan Walking Tour gini, jangan keseringan foto foto narsis yah, karena kasian rombongan yang nungguin sementara waktu terus berjalan. Kalo mau foto foto, nanti aja kalo udah kelar. Selepas walking tour, kami dan rombongan berkumpul untuk makan siang di salah satu restoran dan sepasang kakek-nenek di grup kita. Romantis banget. Pengen deh nanti kalo tua juga traveling seperti mereka. Semoga diberi umur dan kesehatan ya.

Old couple :')
Old couple :’)

Habis free walking tour ngapain? Walking-walking lagi. Kebetulan ada temennya Joni yang lagi studi/ kerja gitu di Praha dan dia juga belom pernah bener-bener mengelilingi kota ini. Jadi kita memutuskan untuk menikmati suasana kota dan berjalan jalan menyebrang ke sisi kota Praha lainnya. Senja yang menakjubkan.

Prague 27

Authentic Food
Authentic Food for Dinner.
View from one of the bridge
View from one of the bridge

Prague 15

Kota ini termasuk kota yang lepas dari bom saat Perang Dunia II, jadi kastil dan bangunannya masih tampak kokoh. Charm as an old  old European city sangat terasa.

Swan Lake
Swan Lake
Charles Bridge
Charles Bridge

Semakin aku mengikuti lekuk jalanan di Praha, semakin aku menemukan kecantikannya. Praha merepresentasikan kecantikan masa lampau di beberapa era. Gothic, magically bohemian, fairy-taleiish, beauty & tragic history. 

Prague 14
Kafka Museum, saat ke sini udah tutup. Tapi kita menyempatkan diri datang di beberapa hari ke depan

Prague 26 Prague 13

NB: Karena udah ngalamin mahalnya ini itu di Paris & Amsterdam, Praha termasuk yang murah. Beer di sini bahkan lebih murah dari air putih, sayang ijk ga doyan beer.  Pengeluaran penting. Rate 1 euro = 25,39 CK

3 days pass: 310 ck | McD: 120ck | Belanja Roti & Selai untuk sarapan 2-3 hari : 180 ck | Makan malam: 175 ck

One thought on “Prague Day 1: In-foot-ainment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s