Read More
All articles filed in FAMILY
POSTCARD FROM VANTIANI
Dibalik post card itu tertulis Dear Rahne, Aku menamainya sus durian. Lelaki yang luarnya begitu keras tampilannya namun wangi parfumnya yang manis dan lembut membuat mudah mabuk kepayang. Untungnya seperti sus durian yang untuk membelinya ‘juga mesti berjalan’ jauh ke tengah pasar, serta cepat habis tentunya. Lelaki ini sulit sekali untuk ditemui, dan bersamanya selalu…
Read MoreSurat Cinta #3 oleh @crezative
Dear Reza,
Woah, aku tidak menyangka perkenalan singkat dan perjalanan kita bareng ke PMI untuk donor darah kali itu menjadi awal cerita kita ya. Aku senang ketika kau bilang membuat tumblr dan mulai belajar menulis karena aku, karena sejujurnya aku juga sedang belajar XD.
Mari kita cari guru yang baik bersama sama kepada waktu dan rasa ya. Ah, aku senang sekali menerima suratmu ini Rezaaaa. Makasih banget. Ada perasaan senang dan haru ketika saya yang merasa belum melakukan apa-apa ini menjadi inspirasi untuk orang lain. Terima kasih banyak yah :’)
Ayo, kapan kita donor darah lagi? bareng Ridla, dan kita bisa lanjutkan dengan menonton film dll.
Salam hangat dariku *hugs*
Surat Cinta #2 oleh @dear_connie
Ini adalah surat cinta kedua yang saya terima dari Connie.
Teman twitter saya, yang baru bisa dihitung berapa kali kita berjumpa. Dan terima kasih atas rantaian kata yang mendekripsikan saya dari sudut retina dan hatimu. Connie, sudah kah kamu latah hari ini?
Saya senang berkenalan dengan banyak orang baru, dan karena itu saya tak pernah menyesal dan bersyukur kenal dan bertemu Connie.
Connie, berjanji kita akan sering meluangkan waktu bersama dan menggila dalam kata.
Cups.
Surat Cinta #1 oleh @diiiniii
Kemarin, adalah tanggal 1 Februari yang disulam oleh cinta. Seumur hidup saya belum pernah menerima surat cinta, dan karena program #30harimenulissuratcinta, hari itu saya sekaligus diberi 3 surat.
Ini adalah surat dari @diiiniii, sebelumnya saya belum pernah bertemu dengannya. Bahkan di twitter pun saya belum berkesempatan menyapanya atau mention atau reply atau entahlah mungkin saya lalai. Surat ini ditulis dengan sederhana dan manis. Dan saya adalah wanita pertama yang dikirimi surat olehnya, cukup bangga.
Dear @diiiniii, kita harus bertemu suatu saat dan menikmati sepotong hari bersama dengan kopi atau es krim yah. Terima kasih atas apresiasi yang kamu beri ke saya. Terima kasih banyak
Pencinta Kata Part Terakhir
Disinilah tempat semua part dari Pencinta Kata yang saya kerjakan bersama Zarry. Hanya iseng, hanya saling memancing. Saling belajar satu sama lain, saling bermain bersama abjad dan makna.
Terima kasih atas semua apresiasi dan yang pernah membaca. 🙂
pencinta Kata (Part 23)
Teruntuk Zarry Kau tahu begitu menerima emailmu aku seperti beradu cepat dengan kilat untuk membalas emailmu. Zarrryyy aku senang kau menyajikan senyum lagi untukku. 😀 😀 Aku tidak pernah menduga dalam hidupku kau bisa berubah menjadi batu dan dengan kokohnya tidak bergeming dari deburan ombak maafku. Ah, aku pikir kau sudah layak disandingkan dengan Malin…
Read MorePencinta Kata (Part 20)
Teruntuk Zarry, senyawa pelengkap kata-kataku Ini sudah seminggu, kau pun tak jua membalas email yang aku lapisi dengan sesal dan maafku. Ya. Rasanya sesak. Kini aku pun merasa hal yang sama dengan yang kau rasa ketika aku sendiri dan kehilangan teman beradu kata. Zarry, kau penggiring kata kataku menuju makna. Kini kata-kataku berdiri bagai domba…
Read MorePencinta Kata (Part 19)
Teruntuk Zarry, kutub kutub jemariku. Zarry.. Untuk kali pertama aku tahu kau menumpahkan lahar dalam setiap huruf huruf yang kau susun untuk sampai di mataku. Emailmu benar-benar memanggang peparuku. Aku sesak dalam asap was was dan lalu merebus bulir air di mataku. Dengan cepat panasnya melintasi pipi dan lalu jatuh ke bumi sehingga tanah yang…
Read MorePencinta Kata (Part 16)
To: Zarry Hendrik From : Rahne Putri Zarry, maaf aku belum sempat membalas emailmu, aku belum mengantarkan pundi-pundi rupiah yang merampas jaringan internet dari hidupku untuk beberapa saat. Oiya, aku sedang mencari sesuatu. aku ingat masa laluku pernah menitipkan sesuatu untuk masa depanku. Nanti kuceritakan di email. Jaga dirimu Zarry, aku masih ingin membuka lembaran-lembaran hidupmu…
Read More