Saya ini sebenernya suka dengan kegiatan yang ada di dapur mau itu memasak atau bikin kue. Yang ga enak hanyalah membersihkannya >.<, males banget cuci piring. Jadi untuk anda yang tidak memasak, saat memakan masakan orang lain, harap sadar diri untuk bantu nyuci piring :p Saya jadi teringat juga keanehan saya waktu masih unyu unyunya…
Read MoreAll articles filed in Writing
Sadgenic Project
Menyambung postingan sebelumnya, tentang Pinta Nona Sadgenic. Di dalam link ini merupakan referensi acuan nafas yang diinginkan di dalam buku, tapi tidak membatasi kalian untuk menginterpretasikan sendiri-sendiri.
Sangat menunggu karya kalian untuk dipilih dan menghias buku-ku 🙂
Pinta Nona Sadgenic untuk sebuah buku
Kepada mata mata yang kuhutangi rasa terima kasih. Setahun lebih usia kertas maya di sini, terima kasih atas sapuan mata yang menyisiri kata-kataku dengan manja. Kali ini, sapaku diselipkan sebuah pinta. Beberapa halaman-halaman disini akan segera dijadikan sebuah buku, senang rasanya nanti, aksara-aksara disini terkumpul menjadi satu dan ada di genggaman jemarimu, terbawa di tasmu,…
Read MoreKalau diserang badai suara dari mana-mana, simpan telingamu di saku baju, dengarkan sendiri detak dan suara hatimu
Surat dari @Estipilami
Menerima surat dari #3oharimenulissuratcinta, terima kasih @estipilami 🙂
Surat cemburu dari @benjalang, untukku
[Dalam rangka #3oharimenulissuratcinta, ada yang menulis surat cemburu untukku]
Dear, Rahne Putri.
Entah kenapa, mataku terasa begitu pedas saat membaca bebalasan suratmu dengan Jepri a.k.a. Zarry Hendrik.
Mungkin semua karena aku yang terlalu mengagumimu; seorang pengagum yang tak pernah kau kenali. Terdengar aneh, namun begitulah adanya. Meski belum pernah bertemu, tetapi aku merasa kau berada sangat dekat dan mendekapku, Ne….
Baca selengkapnya dengan klik judul di atas. Terima kasih, Benji 🙂
Terima Kasih :)
Histerisnya beberapa pihak terhadap kabar dari Zarry semalam membuat aku iseng mematahkan beberapa kata yang seolah-olah dari hati. Aku geli dan juga haru melihat semua doa, pujian, harapan, untukku kepada Zarry. Tulisan dibawah adalah bumbu-bumbu drama semalam, sekali lagi aku katakan aku tidak bersungguh-sungguh menulis ini karena Zarry, tapi tidak kupungkiri, yang kutulis ini pernah…
Read MoreDrama Semalam
Kepada Zarry, penuntun kata kata yang menetas di jari. “Hai” Ingat saat pertama aku mengucap kata ini dari suaraku dan didesingkan langsung ke telingamu? Ah, semoga ingat, kamu kan pelupa yang sulit dilupakan. Sebelumnya aku ingin merunut, awal mula kita berjumpa dan dipertemukan dalam bait-bait kata. Tahun 2010, kalau ingatanku sedang benar dan tidak diracaukan…
Read MoreGoodbye, 2011!: Highlight Of The Year
Dari sekian langkah langkah di 2011, saya tidak bisa mengingat keseluruhannya. Namun ada beberapa titik langkah yang membuat saya berhenti dan kemudian diam, ada yang membuat saya berhenti danlalu memutuskan untuk melompat-lompat kecil serta berlari – lari senang. Yang jelas, jika saya menoleh sekarang, di titik titik itu saya meninggalkan jejak yang cukup bermakna, dan…
Read MoreBuku Waktu
Ada rentetan huruf yang belum ku-eja. Tersimpan dalam buku waktu. Kutelusuri satu per satu halamannya. Hingga kutemukan namamu. Buku waktu.. Aku tau bab awal, tapi aku tak tahu kapan bab terakhir. Yang kutahu aku harus terus membuka satu per satu. Pada suatu halaman, aku beri pembatas buku berupa pita berwarna merah. Aku terhenti. Aku berhenti. Di…
Read More