Kau. Museum masa depan. Kutabung lukisan senyummu. Mulai dari sekarang
All articles filed in Writing
Kau, benang hidupku. Kita sulam waktu bersama untuk jutaan windu
Aku bukannya menangis, bulir mata ini hanya ingin mengurangi rindu, yang meluap ke mataku
Kau dan nafasmu itu bilangan sempurna. Akan kuhitung hingga ajal menjelma di depan mata
“Kau, satu-satunya penontonku. Jangan pergi. Aku tak mau jadi ballerina yang mati. Berhenti menari di panggung hati. Terkapar ditemani sepi” – Rahne Putri
Read MorePutaranku
Di mata sang tergesa, waktu seperti membawa senjata tajam untuk terus memburunya. Padahal tidak. Di mata sang penunggu, waktu itu seperti pria botak bertubuh gendut, menyeret rantai besi di kakinya. Lambat. Padahal tidak. Di mataku, waktu itu kamu. Dengan segala ketepatanmu. Aku, sang penggesa yang menunggu.
Read MoreSenyummu, mengganjal di mataku. Tanpa kedip menatapmu.
Kamu sudah gila. Sini mari kuwaraskan dalam pelukku
Tenang
Angin bersemilir, kerinduan meradang. Dari suatu sudut kamar aku menengadah ke cawan langit. Memperhatikan setiap lekuk malam. Kupejam mata, dan kamu terlukis di dalamnya. Kuhela nafas. Dalam sunyi aku tahu aku tak sendiri. Walau lenganmu berjarak ribuan hasta dariku. Aku tenang. Walau sorotmu berada dibawah arak awan yang berbeda. Aku tenang. Karena aku tahu, kau…
Read MoreAku melingkarimu dalam doaku. Kuamini dalam setiap nafasku.
