Di teras rumah makan kami berhadapan, baru berkenalan. Cuma berpandangan. Sungguhpun samudera jiwa sudah selam berselam. Masih saja berpandangan
All articles filed in Writing
Waktu berlalu saat kau tak memperhatikannya
Aku ingin menjadi detik, yang kau lalui selamanya. Ijinkanku menjadi waktumu. Ada disetiap putaran. Hingga terhenti. Suatu nanti
Detik detik waktu akan menggiring kita menuju kekal. Akhir yang hidup dan jiwa yang tak mati. Abadi.
Hujan itu tipis, namanya gerimis. Dia malu-malu menerjangmu. Dia tak bisa lama, si lebat akan tiba. Maukah kau dan aku berlari bersama
Purnama tak lagi bulat. Semenjak diet. Dia menjadi sabit. Berlekuk. Gelapku tak seterang dulu. Bintangpun termangu
Aku tak terlihat. Bersembunyiku dalam bayang gelap. Mengawasimu. Tanpa ragu. Aku akan menculik masa depanmu
Kusimpan kata-katamu dalam Botol. Kuawetkan getirmu dalam kaca. Dunia pun sepi. Lalu kupecahkan semua. Hingga tiada
Darah ini mendidih bersama serbuk emosi. Api benci. Paru paru tak memberikan ruang untuk menguap. Aku meledak.
Berhenti bertanya, berhenti berkata. Akan kupinjamkan telinga dan otakku. Agar kau tahu. Apa itu jemu.
