Rindu Itu (part 2)

Rindu itu beban, yang menggelayut pada lengan detik. Enggan berputar. Dan waktu perlahan menghabisimu. rindu itu kobaran api, dan hanya kau yang bisa memadamkan rindu itu belantara, silahkan tersesat hingga kau menemukannya. Rindu itu, susunan aksara yang tersimpan di kepala. Barisan kalimat yang menunggu menyusuri ruang dengarmu rindu itu sebilah pisau, perlahan mengiris hatimu selapis…

Read More