Daripada mati rasa. Lebih baik hati yang kupunya kugigit sendiri. Daripada terpasrah habis karena benci.

Daripada sia sia. Lebih baik senyum ini kukubur sendiri. Daripada lengkung yang kubuat setengah mati, kau patahkan dengan sorot tak peduli.

Daripada tak bermakna. Lebih baik air mata ini kutelan sendiri. Biar ia habis tanpa sisa. Daripada bulir yang terlepas hanya menjadi ampas.

Pilihannya hanya tinggal jatuh atau tetap berdiri sendiri. Sementara tanah yang ada, belum tentu siap diterjang rasa.

Jika rasa telah punah. Ia memfosil dalam nadi. Bersemayam tanpa nafas dan akan susah digali.

Jakarta. 24 Jan 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s