pencinta Kata (Part 23)

Teruntuk Zarry Kau tahu begitu menerima emailmu aku seperti beradu cepat dengan kilat untuk membalas emailmu. Zarrryyy aku senang kau menyajikan senyum lagi untukku. 😀 😀 Aku tidak pernah menduga dalam hidupku kau bisa berubah menjadi batu dan dengan kokohnya tidak bergeming dari deburan ombak maafku. Ah, aku pikir kau sudah layak disandingkan dengan Malin…

Read More

Pencinta Kata (Part 20)

Teruntuk Zarry, senyawa pelengkap kata-kataku Ini sudah seminggu, kau pun tak jua membalas email yang aku lapisi dengan sesal dan maafku. Ya. Rasanya sesak. Kini aku pun merasa hal yang sama dengan yang kau rasa ketika aku sendiri dan kehilangan teman beradu kata.  Zarry, kau penggiring kata kataku menuju makna. Kini kata-kataku berdiri bagai domba…

Read More

Pencinta Kata (Part 19)

Teruntuk Zarry, kutub kutub jemariku. Zarry.. Untuk kali pertama aku tahu kau menumpahkan lahar dalam setiap huruf huruf yang kau susun untuk sampai di mataku. Emailmu benar-benar memanggang peparuku. Aku sesak dalam asap was was dan lalu merebus bulir air di mataku. Dengan cepat panasnya melintasi pipi dan lalu jatuh ke bumi sehingga tanah yang…

Read More