Musafir dan Pintu

Pernah suatu waktu, seorang musafir yang kesepian berkata padaku “kau tak punya pintu hati” Wahai musafir, pintuku terbuka, selalu kubuka. Namun ia berada di balik terjal dan tebalnya dinding. Aku membangun tembokku terlalu tinggi, terlalu kokoh. Terperangkapku dalam sepi yang kubangun sendiri Terserah musafir, apakah kau berlalu seperti mimpi, atau mencoba memanjat dan membongkar dengan…

Read More

PIANIS

(1) Aku tak lagi bisa merangkai kata. Waktu kau kusaksikan bercengkerama liar dengan tuts-tuts pianomu (kau) tenggelam dalam aliran nada. Tiba-tiba menjelma malaikat dalam lirikmu sendiri Aku tak lagi bisa merangkai kata. Waktu kau kudengarkan bercerita bagaimana kau menciptakan lagu itu (kau juga bercerita) dalam birama bisu. Apa yang kau rasakan dan siapa yang kau…

Read More