seperti biasa, saya meracau lagi sore ini di twitter. gumaman tidak jelas. Tapi saya suka. mari diposting disini. “Hei, aku memanggilmu. Mana kupingmu? Jatuh?! Perlu kucari lagi? ah aku berhenti saja memanggilmu. Harus nya kau dengar aku lewat hatimu” “Apa kau masih punya hati?! Biar kuperiksa dulu. Ah tak berdetak. Kamu mati? Pantas saja kau…
Read MoreAll articles filed in Writing
Kau mencintaiku dengan memberiku sayap. Sayap yang mampu membawaku terbang bebas, namun selalu memberiku alamat pulang kepadamu
quote-book: chopa:
Read MoreKamu adalah jawaban, yang akan aku pilih berkali-kali. Sampai mati.
Kau cintai aku sampai ke lapisan tulang. Sampai membran tertipis pada hatimu.
PEREMPUAN (cerpen by Tasaro GK)
Di mana lagi aku temui perempuan semacammu? Tilawahmu tidaklah terlalu merdu, keimananmu pun seolah bersandar kepadaku. Tapi, di mana lagi aku temui perempuan seikhlasmu? Wajahmu tak cantik melulu, masakanmu pun tidak lezat selalu. Tapi, katakan kepadaku, di mana lagi aku jumpai perempuan seperkasamu? Kau bahkan tidak biasa berbicara mewakili dirimu sendiri, dan acapkali menyampaikan isi…
Read MorewordNAZI
Last saturday, me and a few friend in twitter play some word game called #wordNAZI. The woman who responsible for this new addict hashtag were @fatimaalkaaf, she can’t sleep at night then she played #wordNAZI and then @sugahpuff and @geekyunee, also me and a lotta tweetmate play this all day long. and this is so…
Read MoreEs itu beku, dia dingin dan kaku. Dan api, kekasihnya itu memang hebat. Dia selalu berhasil melelehkannya. Mereka pasangan serasi. Khayalku.
Bintang itu genit, selalu berkelap kelip. Bulan terkadang ramah dgn senyum sabitnya, tapi juga gemuk kala bulat purnama. Ssst.. Jangan bilang2 ya
Angin, sudikah kau melewatiku. Terik ini membakar, dedaunan tak bisa membantuku. Peluh peluh peluh.
