Aku bukannya menunggu, aku hanya tahu dalam setiap detiknya selangkah kakimu menujuku
All articles filed in September 2010
Aku (Bukannya) Menunggu
Aku bukannya menunggu, aku hanya menghitung detik-detik yang terlewatkan tanpamu Aku bukannya menunggu, aku hanya menyiapkan diri sampai benar-benar siap menyambutmu Aku bukannya menunggu, aku hanya berkawan waktu dengan terlalu akrab Aku bukannya menunggu, tapi lengan detik ini menyanderaku. Hingga kau datang bebaskanku dan kita bunuh waktu satu persatu Aku bukannya menunggu, aku hanya tau…
Read MoreHatiku dicakar kata-katamu. Sakit. Perih.
Aku bukannya menunggu, aku hanya menghitung detik detik yang terlewatkan tanpamu
Ketika jarak turut berpadu. Hatiku bekerja keras memompa rindu
If love is a chemistry. Then I will replace O2 with your name.
If love is a stage, no matter how much the audience, I will perform my best for it.
Naik kereta. Kau lihat keluar jendela. Semua terlewat begitu cepat. Andai hatiku menggunakan kereta untuk meninggalkanmu Aku rasa kendaraan yang paling cepat untuk meninggalkan masa lalu itu, ayunan jemari dalam genggaman baru. Dengan surat izin hatimu.
Read MoreHUJAN
Hujan seperti menjatuhkan ribuan jarum. Jatuh di kepala, dan memecahkan balon kenangan Awan itu senjata, ia melepaskan ribuan butir peluru hujan. Menembaki kepalamu, membocorkan memori yang tak pernah mati Kau memakai parfum hujan. Itulah mengapa aku selalu mengingatmu setelah reda. Khas. Jakarta, 16 Sept 2010 Penolak Payung
Read MoreAda ribuan penat, yang menunggu kau lumat
