Datang

Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya kenapa baru sekarang. Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan membuatmu berdiri di depan pintu terlalu lama. Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya, hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai disini Karena dengan langkahmu. Aku terbangun, dari mati suri yang kunina bobokan sendiri…

Read More

Boleh (?)

Boleh ga, pejam dan waktu malam ini, berkonspirasi untuk mencetak wujudmu yang semu Boleh ga, waktu yang kuhabiskan untuk bermimpi diganti dengan pertambahan waktu bersamamu, menjelang ajalku? Boleh ga? Setetes bulir air mataku kini. Ditukar nanti dengan selingkar dekapmu ………………………… Jangan pura-pura bisu. Mau sampai kapan kau memenjarakan lidahmu? Jawab saja Bungkam aku

Read More

Pencinta Kata (Part 12)

Teruntuk Zarry, tempat kata-kataku menyemayamkan diri. Sebelum aku membalas emailmu. Ijinkan aku mengakui bahwa aku merasa tercambuk di paragraf terakhir emailmu, bagian sebelum puisi. Uh, dasar Ksatria Aksara, seenaknya bilang masih adakah perbendaharaan kataku? hiks. Untung kau dan huruf  hurufmu selalu datang membawa sekop, menggali kata-kataku yang sering bersembunyi :)) Oke, sekarang ribuan tanda tanya…

Read More

Pencinta Kata (Part 9)

Teruntuk Zarry, magnet mesin tik di kepalaku. Entah kenapa ketika melihat emailmu, seakan ada mesin di otak yang membagikan nomor pada masing-masing huruf yang berebut disajikan di depanmu. Mereka menunggu doorprize, tersaji hangat dalam sapuan matamu pada layar adalah hadiahnya. Ya, mereka sudah menanti keluar dari kepalaku untuk segera berjejer dibacamu, sedari saat aku di…

Read More

Pecinta Kata (part 7)

From: Rahne To: Zarry Zarry, aku sedang berada di jangkauan dimana tukang pos elektronik tak mampu mengantarkan surat elektronik untukmu. Mana mau mereka menaiki gunung untuk mengantarkan barisan abjadku kehadapanmu. HP ku pun sebentar lagi akan putus hubungan sementara dengan sinyal. Ya, aku sedang menuju Gn. Bromo tempat kau berkhayal akan menggulingkanku diatasnya, sementara itu…

Read More

Pencinta Kata (Part 4)

Teruntuk Zarry, sobatku yang tampan yang suka memuji diri. Panjang sekali balasan emailmu!! sebenarnya ini lebih mudah dibicarakan lewat media berderet angka yang bisa kaupencet dan suaramu sendiri yang mengantar semua cerita ini untuk sampai di telingaku. Ah, tapi aku lupa. Kita ini pelupa!! lebih baik kita menuliskan semua ini pada kertas maya dan membiarkan…

Read More