2017 Best Nine : Self Love and Family

Screen Shot 2017-12-24 at 17.46.03.png
taken from https://2017bestnine.com/

Yak, memasuki penghujung 2017. Kalau berdasarkan Instagram, ini adalah 9 foto terbaik yang mendapatkan perhatian di tahun ini (tsailaaaah…). Overall isinya tentang keluarga, keluarga, dan keluarga. Ada tentang pertama kali Trah dirawat di RS, tentang titik terendah proses menyusui, pertama kali meninggalkan Trah keluar kota, tentang perayaaan saya & suami.

Sebenernya kalo mau kilas balik, selain keluarga, tahun 2017 ini berisi tentang self love. 2017 adalah tahun dimana saya berjuang untuk membangkitkan lagi rasa percaya diri yang ga tau kemana semenjak saya melahirkan dan pregnancy glow perlahan memudar. Iya, saya ada di titik ga pede…. ga keliatan ya? hehehe …. saya emang berusaha menyembunyikan itu, kadang karena tuntutan pekerjaan dan….. ya memang saya tutup-tutupi.

Ada celetukan-celetukan “Rahne sekarang yang diupload anaknya mulu nih” , iya… memang, anak saya adalah anak yang super lucu di dunia versi on the spot saya sendiri yang mana sampe ada masa dimana saya ga akan mau foto diri saya sendiri kalo ga ada dia. Pikir saya, kalo saya foto sama Trah… orang-orang akan fokus dengan dia dan ga akan terlalu memperhatikan saya. Saya yang gemuk, saya yang pipinya air semua, saya yang lengannya gembyor kemana-mana, saya yang jerawatan.

Saya ga pede selfie, atau foto sendiri. Duh maaf ya, Nak… kamu jadi tameng mama 😦

Tapi, suami adalah orang yang paling paling paling mensupport aku untuk bangkit dari insekuritas atau krisis pede ini. Many things that i did this year :

  • Katering sehat paleo selama beberapa bulan (baca di sini) 
  • Detox Juice 2x
  • Perawatan wajah laser di PPP
  • Ke dokter kulit
  • Mencat rambut (baca pengalamannya di sini)
  • Olahraga ringan modal youtube (belum sanggup balik Master Bootcamp lagi ehehehe)

Yak di atas adalah hal-hal yang kurang lebih aku jalankan untuk membangkitkan lagi rasa percaya diri. Sekarang sih emang sudah lebih pede, alhamdulillah. Meskipun masih jauh dari badan ideal versi saya, tapi saya sudah merasa tahun ini sudah menghargai diri sendiri lebih baik dari sebelumnya. I love myself more.

Another form of self love yang menjadi salah satu keputusan terbesar tahun ini:

.

.

SAYA RESIGN. 

Kenapa? banyak faktor sih. Saya senang bekerja, senaaaaang sekali. Tapi beberapa waktu belakangan saya jadi kurang menikmati lagi yang saya kerjakan, dan karena sudah ga enjoy jadinya saya stress.  Stressnya sampai di tingkat lelah lahir batin yang membuat saya menolak menyusui Trah karena……..saya capek. Saya ga sanggup lagi terbangun tengah malam, pagi hari buta hanya untuk menyusuinya. Saya jadi ga bisa tidur lagi. Kalo kurang tidur, jadi ga fokus di kerjaan yang sedang di masa membutuhkan ketelitian super tinggi. Capekkkk banget. Ga sanggup…

Dan saya merasa ini ga adil buat Trah.

Satu-satunya faktor yang membuat saya tetap bekerja adalah karena saya merasa nyaman secara finansial, apalagi saya menjadi tulang punggung juga buat orang tua saya. Kalo saya ga kerja, nanti orang tua saya gimana? nanti Trah gimana, kebutuhan sekolahnya nanti dll gmn? nanti Rumah gimana….?  semacam itu pikiran saya kalo saya ga kerja.

Suami mengingatkan saya, bahwa saya selalu menaruh orang lain di atas diri saya sendiri dan udah saatnya untuk saya memikirkan diri saya sendiri. Dia mensupport saya untuk resign. Dia meyakinkan saya bahwa saya seharusnya memilih untuk berbahagia, karena orang tua atau Trah pasti lebih suka melihat saya bahagia ketimbang stress. Toh, penghasilan yang saya dapat jadi semacam semu juga, karena saya selalu merasa kurang….. dihabiskan untuk sebagai pemuas keinginan atau bahkan menebus perasaan bersalah aja.

Dia mensupport saya untuk mengeksplor hal hal lain.

Percayalah, mencerna kata kata suami saat itu beraaaaat sekali. Karena saya sudah ada di zona yang sangat nyaman. Tapi akhirnya, dengan pertimbangan masak-masak, saya memutuskan untuk resign. Tanpa rencana setelahnya.

Saya harus belajar kata “cukup”.

Dan di sini lah saya sekarang, berada di penghujung 2017 dengan berbahagia dengan pilihan yang saya buat.

Alhamdulillah selepas resign, saya bisa lebih flexible mengatur waktu. Saya jadi bisa lebih fokus ke beberapa hal lain. Saya bergabung membantu salah satu creative lifestyle website, salah satu tempat yang dari dulu saya suka banget ikutin. Saya bisa hadir ke acara undangan-undangan komunitas yang seru. Saya bisa bersentuhan lagi dengan project di dunia film, dunia yang saya cintai dari jaman kuliah. Saya punya rencana membangun Piknik Asik kembali dan membantu lebih banyak orang.

Saya jadi re-connect dengan hal hal yang saya sukai.

Masih suasana honeymoon sih ini. Saya juga masih beradaptasi dengan juggling waktu bekerja dari rumah (ternyata susah juga yaaa hahaha).

Doakan 2018 sesuai dengan keinginan saya : bisa mengeksplor banyak hal, berbenah diri, fokus pada hal-hal yang saya sukai, menggunakan tangan – hati untuk lebih banyak menciptakan, bersalaman, memberi.‬ Tak lupa, lebih banyak waktu bersama Trah dan keluarga.

2017, masih ada 6 hari lagi sih.  Tapi, terima kasih banyak, tahun yang mendewasakan.

6 thoughts on “2017 Best Nine : Self Love and Family

  1. piknik asik! ayo ayo KakNe buat lagi. dulu belum kesampean ikut karena ga pede merasa terlalu kecil untuk nimbrung… kalo piknik asik dibikin lagi dan sedang senggang, mau ikutan banget! dan pengennya juga bantuin di belakang layar hehehe. semangat menghadapi 2018 untuk kita semuaaaa!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s