Kicauan Pencinta Kata

Terima kasih 🙂  zarryhendrik: Selasa malam, 31 Januari 2012. Sekitar pukul 19.35 mata saya seolah tertarik oleh kicauan 2 Pencinta Kata yang saling bersahut-sahutan di sepanjang timeline Twitter saya. Daripada memenuhi kolom favorit saya, jadi lebih baik dipindahkan kesini. Berikut percakapan mereka, silahkan ditilik.. 😉 ……………………………………………………………………………………………………….. Z : Koe orang tau kenapa twit gua suke nongol…

Read More

Saturn Watch

Postingan ini bagaikan polisi di film-film India dan sinetron. TELAT PARAH. Tapi ya balik lagi ke pepatah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, jadi saya akan ceritakan pengalaman saya melihat Saturn Watch di rooftop Planetarium beberapa bulan lalu. Saturn Watch itu kegiatan dimana kita melihat Planet Saturnus yang sedang dekat-dekatnya dengan bumi. Jadi saya…

Read More

Duplikasi Inspirasi

Akhir akhir ini, isu soal copy – plagiat dan sebangsanya sedang semarak lagi di timeline saya. Iya timeline twitter yang penuh dengan kalimat 140 karakter yang berderet deret. Saya disini juga tidak menyetujui seorang copy cat atau plagiat (dan tentunya apalagi kalau dicopy untuk tujuan komersil). Tapi saya lebih concern ke bagaimana kita menyikapi. Mengingatkan…

Read More

Saat kau berada jauh di balik cakrawala, jarum jam berubah menjadi belati. Setiap detiknya menghunjam jantungku berkali kali. Mencoba mengeluarkan bayanganmu di dalamnya, menjadikanmu ada walau hanya di kepala. Lalu aku akan berbicara pada siluetmu di tengah nafas beku yang melingkupi nadi, dan lalu kau menjelma menjadi air mata, menelusuri pipi.

Read More

Terlalu Dini

Terlalu dini untuk sakit hati.Ada cerita yang belum siap patah lagi.Ada malam yang terus menolak sepi Terlalu dini untuk tersesat lagi.Ada langkah yang lelah mencariAda nafas yang terengah dan menggema di sanubari Terlalu dini untuk kehilangan kamu.Ada damba yang tak ingin lepasAda rindu yang tak ingin kandas Ah tapi saat kamu pergi, aku juga diam.Ada…

Read More

Malam sudah semakin larut di matamu. 

Bintang dan bulan terseduh lelah. 

Jangan terpejam, cahaya disorotmu-lah yang tersisa

—//–

Jangan dulu bersembunyi pada mimpi.

Aku masih belum ingin berganti hari.

Hati belum siap dijemput pagi, lalu kemudian bertemu senja lagi. 

Perangkapi aku, malam ini. 

–//–

Ada ragu yang menunggu ditenggelamkan matahari. 

Ada cerita yang akan lepas di ufuk nanti.

Kurelakan bulan berotasi. 

Mengitari mimpi 

Sekali lagi