Trah 3 Bulan = Back To Work

Postingan ini agak telat 2 mingguan, hehe gak papa lah ya. Ga kerasa, 3 bulan telah terlewati dan artinya aku juga harus kembali bekerja. Galau? Iya pasti, 3 bulan exclusive ngurus Trah sendiri ini bener bener momen yang istimewaaaaa banget. Aku bersyukur tiap harinya. Aku tambah jatuh cinta di tiap paginya. Mengenal sosok mungil ini lebih dalam setiap waktunya. Aku belajar hal baru setiap detiknya. 

IMG_2933.JPG

3 bulan berada di rumah terus juga bukan sesuatu yang mudah karena pada dasarnya aku tipe ‘outgoing person’, sementara kalo mau pergi keluar rumah, agak susah kalau cuma berdua Trah karena harus bawa diapers bag, gendongan, dll (meskipun akhirnya pernah juga sih nekad pergi berdua, trus suami nyusul hehehe).

IMG_3227
Nekad pergi berdua berbekal Ergo Baby & manggil Uber :))

(Baca enaknya naik Uber di sini )

Semakin deket ke tanggal aku kembali bekerja ada perasaan yang membayang-bayangi aku, perasaan galau meninggalkan Trah, kaya pengen resign gitu dan fokus ngurus dia, tapi itu bukan pilihan yang bijaksana, terlebih saat ini.

Ketika kalender udah nunjukin besok balik kerja, aduh berkecamuk banget ini hati, ga tenaaaang, pikiran melayang ke hal hal yang bikin was was. Gimana kalo Trah rewel? Gimana kalo nanti dia begini, gimana nanti kalo dia begitu. Segala ‘gimana kalo’ menghujani kepala.

Akhirnya hari itu tiba. Aku kembali bekerja. Hari yang beraaaat banget. Aku akan meninggalkan dia selama kurang lebih 10 jam.

FullSizeRender 3
Pamitan pergi kerja, dia malah ceria :’))

Hari itu, ia ceria seperti biasanya. Bangun dan tertawa-tawa. Akunya sih yang mellow, nangis mulu. Pas pamitan, nangis. Pas lagi berdiri di keset depan pintu rumah, nangis. Pas duduk di meja kerja, nangis. I left my heart at home. 

Ibu sempet bilang : “Udah, jangan dibikin berat di hati, nanti Trah kerasa dan dia gelisah” .  Iya juga ya, kemudian aku berusaha nyingkirin itu. Tidak mudah, tapi ini harus dilewati. Mencoba melihatnya dari sudut yang berbeda. Trah memang butuh aku, tapi aku juga butuh untuk bekerja dan berkarya di luar sana, yang mana hasilnya juga untuk kelangsungan kita. Sebuah ritual yang saling melengkapi.

Mulai beraktifitas di kantor, ternyata ada banyak rindu yang terlepas. Aku rindu suasana meja kantor, rindu meeting, rindu brainstorming dan bikin deck. Loh …….. rupanya aku rindu bekerja. Ga bisa dipungkiri bahwa bekerja juga membuat aku menjadi ‘hidup’, seperti saat ini. Ada api yang menyala lagi di dalam dada. Kali ini aku bekerja demi keluarga, untuk Trah dan masa depannya. Mungkin waktu yang kupunya selama 24 jam tidak lagi se-exclusive sebelumnya, tapi aku akan menggunakan waktu meninggalkan dia ini berharga setiap detiknya.

IMG_3590
Dikirimin Ibu foto Trah pas hari 1 bekerja. He seems fine :’) 

Karena rumah kini ada Trah, pulang & menciumnya ada hal yang paling ditunggu-tunggu dalam sehari. Buat Ibu-Ibu yang bekerja juga di luar sana, semangat ya!

Screen Shot 2016-01-06 at 3.27.06 PM

8 thoughts on “Trah 3 Bulan = Back To Work

  1. waa mbak Ne dapat cuti 3 bulan aja masih berat ninggalinnya, aku 40 hari pun minggu dihitung gak bisa bayangin dramanya kayak apa. huhuhu. Mari berjuang!

    Like

    1. Hah 40 hari dan minggu dihituuuung? Kerja di manaaa? Itu dapet cuti 3 bulan karena mepetin beneeer baru cuti pas hari lahirnya Trah.

      Semangat yaaa! Kita kerja juga buat diri sendiri dan anak kita kok 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s