Disinilah tempat semua part dari Pencinta Kata yang saya kerjakan bersama Zarry. Hanya iseng, hanya saling memancing. Saling belajar satu sama lain, saling bermain bersama abjad dan makna.
Terima kasih atas semua apresiasi dan yang pernah membaca. 🙂
Disinilah tempat semua part dari Pencinta Kata yang saya kerjakan bersama Zarry. Hanya iseng, hanya saling memancing. Saling belajar satu sama lain, saling bermain bersama abjad dan makna.
Terima kasih atas semua apresiasi dan yang pernah membaca. 🙂
Teruntuk Zarry Kau tahu begitu menerima emailmu aku seperti beradu cepat dengan kilat untuk membalas emailmu. Zarrryyy aku senang kau menyajikan senyum lagi untukku. 😀 😀 Aku tidak pernah menduga dalam hidupku kau bisa berubah menjadi batu dan dengan kokohnya tidak bergeming dari deburan ombak maafku. Ah, aku pikir kau sudah layak disandingkan dengan Malin…
Read MoreTeruntuk Zarry, senyawa pelengkap kata-kataku Ini sudah seminggu, kau pun tak jua membalas email yang aku lapisi dengan sesal dan maafku. Ya. Rasanya sesak. Kini aku pun merasa hal yang sama dengan yang kau rasa ketika aku sendiri dan kehilangan teman beradu kata. Zarry, kau penggiring kata kataku menuju makna. Kini kata-kataku berdiri bagai domba…
Read MoreTeruntuk Zarry, kutub kutub jemariku. Zarry.. Untuk kali pertama aku tahu kau menumpahkan lahar dalam setiap huruf huruf yang kau susun untuk sampai di mataku. Emailmu benar-benar memanggang peparuku. Aku sesak dalam asap was was dan lalu merebus bulir air di mataku. Dengan cepat panasnya melintasi pipi dan lalu jatuh ke bumi sehingga tanah yang…
Read MoreTo: Zarry Hendrik From : Rahne Putri Zarry, maaf aku belum sempat membalas emailmu, aku belum mengantarkan pundi-pundi rupiah yang merampas jaringan internet dari hidupku untuk beberapa saat. Oiya, aku sedang mencari sesuatu. aku ingat masa laluku pernah menitipkan sesuatu untuk masa depanku. Nanti kuceritakan di email. Jaga dirimu Zarry, aku masih ingin membuka lembaran-lembaran hidupmu…
Read MoreTeruntuk Zarry, teman jemariku yang mengembara di padang aksara. MAAF!! Aku menuliskannya dengan huruf besar agar kau tau betapa aku merasa bersalah padamu dengan besar-besar dan juga tanda seru yang serupa pentung kujadikan saksi betapa aku telah memukuli waktuku karena ia tidak menyediakan waktu untuk cepat membalas emailmu. Tolong bentuk lingkar pelangi dari bibirmu dengan…
Read MoreTeruntuk Zarry, tempat kata-kataku menyemayamkan diri. Sebelum aku membalas emailmu. Ijinkan aku mengakui bahwa aku merasa tercambuk di paragraf terakhir emailmu, bagian sebelum puisi. Uh, dasar Ksatria Aksara, seenaknya bilang masih adakah perbendaharaan kataku? hiks. Untung kau dan huruf hurufmu selalu datang membawa sekop, menggali kata-kataku yang sering bersembunyi :)) Oke, sekarang ribuan tanda tanya…
Read MoreTeruntuk Zarry, magnet mesin tik di kepalaku. Entah kenapa ketika melihat emailmu, seakan ada mesin di otak yang membagikan nomor pada masing-masing huruf yang berebut disajikan di depanmu. Mereka menunggu doorprize, tersaji hangat dalam sapuan matamu pada layar adalah hadiahnya. Ya, mereka sudah menanti keluar dari kepalaku untuk segera berjejer dibacamu, sedari saat aku di…
Read MoreFrom: Rahne To: Zarry Zarry, aku sedang berada di jangkauan dimana tukang pos elektronik tak mampu mengantarkan surat elektronik untukmu. Mana mau mereka menaiki gunung untuk mengantarkan barisan abjadku kehadapanmu. HP ku pun sebentar lagi akan putus hubungan sementara dengan sinyal. Ya, aku sedang menuju Gn. Bromo tempat kau berkhayal akan menggulingkanku diatasnya, sementara itu…
Read MoreTeruntuk Zarry, sobatku yang tampan yang suka memuji diri. Panjang sekali balasan emailmu!! sebenarnya ini lebih mudah dibicarakan lewat media berderet angka yang bisa kaupencet dan suaramu sendiri yang mengantar semua cerita ini untuk sampai di telingaku. Ah, tapi aku lupa. Kita ini pelupa!! lebih baik kita menuliskan semua ini pada kertas maya dan membiarkan…
Read More