Mau aman? Repotkah?

Beberapa hari yang lalu, teman saya Molly mengalami penodongan, selengkapnya bisa baca di sini. Saya kaget banget, karena sebelum kejadian saya & Molly baru saja selesai dari acara piknikasik di TMII. Daerah tempat kejadian penodongan pun saya tau sekali, karena saya sering lewatin pas masa-masa saya masih sering bersepeda ke mana-mana (sekarang jarang karena lembur). Hiks.  Terus terang, saya parno. Saya sering sih mendengar kabar penjambretan & penodongan gitu, tapi when it comes to temen-yang-barusan-aja-jalan-bareng itu bikin merinding. Karena kata kata “apapun bisa terjadi ke siapapun dan kapanpun” itu benar adanya.😦

Saya jadi napak tilas tentang kehidupan saya yang menjadi pendatang di Jakarta selama 3 tahun lebih ini. Saya ini orangnya entah antara sok berani atau naif ya? saya selalu menganggap Jakarta itu bener-bener menyenangkan walaupun dengan kemacetan dan segala hiruk pikuk lainnya. Ibu saya sering tanya: “Kok kamu berani sih nak?” kalo saya pulang naik taksi jam 10 lebih. Saya jawab, “Ya gak papa, toh taksinya Blue Bird” atau “Ya kalo ada apa apa bisa telepon sih”. Dulu awal awal saya di Jakarta saya wajib kasi no taksi dan plat ke Ibu / Bude saya, cuma saya rempong sendiri, akhirnya udah engga lagi (kadang posting di twitter kalo saya ngerasa gak aman dengan supirnya).

Ibu saya sering tanya: “Kamu ke sana tadi naik apa?” | Saya jawab santai kalo ga bersepeda, naik busway, atau kopaja. Lalu Ibu saya lalu mulai melontarkan berbagai versi tentang kewaspadaan dan hati hati yang saya sampe hapal di luar kepala. Tapi memang itulah tugas Ibu, selalu mengingatkan bukan? Jadi ya saya iya iya aja..

Tapi ya itu intinya … selama ini saya santaaaaai

Saya pernah lho bersepeda sampe jam 3 pagi (tapi ini gak sendirian sih), beberapa minggu lalu saya juga masih sempet pulang naik vespa (pinjeman dari Piaggio) jam 2 dini hari karena lembur dari kantor. Waktu itu saya emang ga milih naik taksi karena, ya ada motor gitu. Udah. Ga ada gitu yang namanya pikiran nanti di jalan dihadang atau apa. Pernah juga ada juga yang tiba tiba nawarin saya naik motor untuk ke depan jalan besar dari daerah deket kost, saya nurut aja gitu naik padahal ga kenal, tapi ya dalam pikiran saya waktu itu daripada saya capek jalan kaki. Diturunin orangnya di tempat yang saya tuju juga sih. Banyakan yang saya jalanin ini adalah “The Power Of Insya Allah Gak Kenapa Kenapa dan Pikiran Positif” >.<

Terus dengan kejadian Molly, saya jadi ketiban banyak banget cerita  ”curhat” abis terkena tindak kriminal yang lebih horror! Pikiran saya jadi makin parno. Ini tumben banget saya gini lho, beneran. Apalagi bentar lagi saya mau naik motor buat beraktifitas. Apalagi sekarang kantor saya jauh dari tempat tinggal saya. Apalagi saya sekarang sering lembur. Apalagi saya ga bisa minta tolong pacar sebagai orang pertama yang dihubungin kalo ada apa apa (eaaaa mulai curcol) ….

Kalo mau aman kudu gimana?

  1. Yaudah kemana-mana naik taksi aja. (Gak bisa hemat dooong)
  2. Belajar bela diri, Ne! Jujitsu, karate, taekwondo, gulat. (Kagak ada waktu! Duit lagi pun, emang les bayar pake daun sirih?)
  3. Melatih Agung Hercules biar jadi Superhero Jakarta? (anggap saya gak nulis ini)

Trus?

*lari ke rooftop*
*kemudian teriak*

APA YANG HARUS SAYA LAKUKAAAAAN?!

Yaudah saya cuma bisa lebih waspada dan banyak banyak berdoa. Ini tips buat kita yang sendirian kemana-mana.

  • Kalau naik kendaraan umum, selalu siapkan duit sebelumnya, taruh di saku. Sebisa mungkin tidak buka-buka tas atau dompet. Kalo ga penting-penting banget jangan mainan HP / gadget walaupun saya tahu ini pasti sulit dilakukan. Saya sih kalo naik bus Trans Jakarta masih berani, tapi kalo kopaja / bus lainnya mending pikir pikir ya.
  • Kalau duduk di kopaja atau bus. Kalau kita sendirian, duduk deket jendela itu enak, tapi liat situasi ya, karena duduk dekat jendela itu pikiran paling parnonya adalah: jika ada 2 orang atau lebih berniat jahat, dia akan duduk di sebelah, di depan dan di belakang. Posisi kita terkunci. Duduk aja di sisi kursi bagian luar atau deket pintu, kalo ada apa apa bisa cepet keluar.
  • Sekarang banyak taksi yang gak jelas merknya tapi warnanya sama kaya salah satu armada. Kalau salah nyegat tapi gak enakan kamu bisa bilang “Pak, saya bayarnya pake voucher, bisa ga?”, abis salah sendiri warna mobil mirip, ya gak sih?. Kalo kamu sudah terlanjur naik taksi itu kamu bisa pura pura telepon seseorang dan pokoknya akting yang menunjukkan kamu sedang ditungguin, dan orang itu penting, saya sih sering pura pura telepon ayah saya yang polisi gitu ceritanya. Kalau merasa masih gak nyaman, kamu minta untuk berhenti di mini mart untuk beli sesuatu dan lalu turun, bayar, cari taksi lain.
  • Kalau berjalan kaki. Plis jangan sering mainan gadget pas di jalan, selain menarik perhatian, kamu gak konsen sama apa yang ada di depan kamu. Hindari tempat tempat yang gelap dan rindang. Di Jakarta banyak jembatan penyebrangan yang gak ada lampunya. Kalau udah merasa gak nyaman, tunggu sampai ada orang yang naik jembatan juga atau lebih baik jalan kaki agak jauhan dan nyebrang di zebra cross.
  • Kalo naik sepeda, pasang spion ya, biar bisa lihat belakang dan lebih aman. Kalo lewat jalanan sepi dan gelap. Kayuh sekenceng2nya. Ngebut! Saya seringnya gini.
  • Kalau naik motor, buat perempuan kalau emang udah di jam 9 ke atas. Bawa jaket ya, selain untuk menyamarkan postur tubuh biar gak masuk angin. Lalu tas / tote bag taruh di dalam bagasi motor daripada digantung di spion. Saya sih lebih suka pake tas yang bentuknya ransel kalo naik motor.

Repot ya? Ini hanya sedikit hal yang bisa dilakukan untuk lebih waspada. Semoga Tuhan selalu melindungi kita kemana pun kita pergi. Kalau ada yang mau berbagi tips, silahkan ya. Mudah-mudahan keparnoan ini segera berakhir.

Stay safe, guys!

Float 2 Nature – Bus Rinjani

Jumat lalu, saya ikutan #Float2Nature. Acara ini merupakan kolaborasi dari @lembahpelangi & @picnicholic yang ingin menghadirkan Floatspot (Float’s Gigs) di Dieng, di mana orang dapat menikmati pertunjukan musik Float sambil menikmati keindahan alam, jauh dari hiruk pikuk kota besar. Dibungkus dengan musik, alam, dan tree care tercetuslah #Float2Nature 8 – 10 Juni 2012.

Saya sendiri sudah tau acara ini dari beberapa bulan lalu dan segera daftar. Karena?

  1. Saya cinta @Float_project. Saya udah jatuh hati dengan mereka sejak lagu “Pulang” menjadi backsound salah satu film indie di Festival Film yang saya aktif di dalamnya saat mahasiswa. Mereka sempat vakum beberapa waktu lalu kembali hadir dengan format baru dan lagu-lagu yang tetap nyess dan membuat saya melayang.
  2. Musik, alam, camping dan Dieng. Perpaduan yang manis. Saya belum pernah camping, saya belum pernah ke Dieng dan semua terpadu di acara #Float2Nature. (Cita-cita nonton konser Heima Sigurros belum kesampaian, jadi boleh lah ini dulu)

Waktu demi waktu berlalu dan tibalah hari yang ditunggu-tunggu itu, kemarin. Dari 200 peserta, hampir 1/4 nya saya kenal. Maklum banyak anak twitter, twitter kan bikin dunia kaya sebesar daun kelor dibagi 4. Berdasarkan itinerary sih. Kami akan berangkat dari meeting point (Djuragan Coffee) di Jakarta pukul 20.00 dan akan tiba pukul 08.00 keesokan harinya. Jumat pasti lekat dengan macet ditambah hujan, keberangkatan mundur 1 jam. Saya kebagian bus Rinjani bareng MutyNindyaTeppy, Sandi.

Continue reading “Float 2 Nature – Bus Rinjani”

Lagi lagi, saya menjejali udara dengan ucapan terima kasih, semoga teralun di sela telinga dan tersapu oleh matamu. Belum genap sebulan, baru melewati sekian rentang hari, saya diberi kabar bahwa #SadgenicBook akan cetak ulang karena mendapat respon positif. 

Sungguh di luar dugaan saya. Mengingat tidak semua orang yang menyukai puisi, sajak, metafora atau mengayun ayun dalam suasana mellow. Terima kasih banyak untuk kalian semua yang turut dalam membaca, meng-quote ulang tulisan, membeli buku, menyiarkan kabar. 

Saya sudah membaca beberapa review. salah satunya ini 

http://qalbinur.wordpress.com/2012/05/25/review-sadgenic-karya-rahne-putri/

Terima kasih :) 

Semoga nanti ada waktu kita semua bertemu ya, terima kasih atas dukungannya, semoga saya terus bisa berkarya lagi.

Atas semua dukungan, tepukan bahu dari para sahabat, doa dari orang tua, dan dorongan yang membuat saya menembus angin keraguan. Akhirnya buku “Sadgenic” ini sudah terbit dan dalam beberapa hari sudah bisa ditemui di Toko Buku. Di dalamnya ada banyak goresan yang tidak tersurat di blog ini. 

Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Semoga kalian menikmati.

🙂

NB: Bisa pesan online ke kurniaesa.order@gmail.com atau hubungi @kurniaesa & @bukukita

Hot Air Baloon at Launching Timberland Watches

Jadiii… di Hari Minggu yang indah, berjalan-jalanlah saya menuju Central Park, diundang untuk peluncuran jam dan kabarnya di sana ada Balon Udara. Hwaaa…. dari dulu pengen naik itu tapi ga pernah kesampean. Ternyata Balon Udara itu adalah bagian dari acara Timberland Watches. Pas dateng ke sana, balonnya lagi ditiup *eaaaa* *menurut looo niup balon*, intinya lagi coba dinaikin lah.

Continue reading “Hot Air Baloon at Launching Timberland Watches”

https://www.tumblr.com/audio_file/sadgenic/22461445699/tumblr_m3kc9j1QL81qag873?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Ini adalah lagu Payung Teduh berjudul Rahasia, iseng backingin suara dua plus memasukkan puisi yang terinspirasi dari lirik mereka. Berikut puisinya.

Ini Rahasiaku

Tak ada gelap, segelap jauh darimu

Tak ada terang, yang seterang senyummu

Tak ada lagi bintang di mataku

Ketika bayanganmu menjauh, membentang

Kau buat rindu dan harapku melayang-layang.

Kamu pernah menjadi senja, menenggelamkan semua

Kini yang tersisa hanya aroma tawa

Yang tersisa hanya harum air mata

Lalu aku mencari suaramu

Kuobrak-abrik namamu

Aku mencari wujudmu

Aku mencarimu 

Aku mencarimu … 

Lagu ini bisa didengar juga di Soundcloud

The Triangle Stone

Tugas #MagicalMay2012 #2 :

Cari batu (jenis apa saja) yang kamu anggap bagus bentuknya dan nyaman dalam genggaman tangan kamu. Kamu bisa cari di pinggir jalan, pinggir kolam, lalu cuci bersih batu pilihanmu. Tahu film “Inception” kan? Nah, kita juga bisa punya batu seperti Leonardo DiCaprio di film itu. Nanti malam sebelum tidur dan sebelum berdoa, genggam batu itu dan ingat-ingat apa pengalaman terbaik yang kamu peroleh sepanjang hari ini. Mengapa pakai batu? Karena ada bermilyar batu di kota kita, tapi mengapa batu itu yang terpilih oleh kita? Nah! Betapa panjangnya perjalanan batu itu untuk sampai ke tangan kita🙂 Batu itu berfungsi sebagai tanda pengingat the best thing of our day.

Dan inilah hasil perburuannya

Sebenernya hampir seharian ga sempet nyari batu. Pas mau berangkat ke kantor udah dijemput ojek, kerja di kantor seharian, lembur, pulang udah ga ada tenaga untuk nyari batu di sepanjang jalan kost, saat lagi tengak tengok di teras, saya melihat ke pot tanaman, ternyata ada batu batu di dasarnya, dan saya menemukan satu batu yang berbentuk segitiga, “The Triangle Stone”. 

Continue reading “The Triangle Stone”

My Gratitude List 2012

Di penghujung hari pertama di Bulan Mei ini, saya akan mencoba mengikuti project #MagicalMay2012 yang dibuat oleh @Dear_Connie & @kikisuriki. Sebatas catatan komitmen, dimana saya akan mencoba menulis perjalanan dari proses pencarian jawaban & penyelesaian tantangan harian.

Oke #MagicalMay2012 #1 : Gratitude List: Tulis 10 hal yang kamu rasa pantas untuk kamu syukuri dalam hidupmu.

Huff. Gak tau kenapa hal yang nampaknya mudah ini sangat terlihat sulit bagi saya. Bukannya tidak mudah bersyukur, tapi ketika saya menelusuri kembali hal-hal yang saya syukuri, saya jadi teringat kembali pada masa dan proses yang telah saya jalani. Terus terang di beberapa bagian, saya cukup melewati beberapa hal yang berat. Yah bumbu bumbu hidup yang tajam lah. Tuh kan belum mulai nomor 1 aja udah mau nangis, nampaknya ini akan menjadi salah satu ‘pelepasan’, mencoba membuka diri dan juga jujur.

  1. Tentu, terima kasih saya untuk Romo & Ibu. Orang tua saya untuk segala pengorbanan, pelimpahan kasih, dan perjuangannya yang gak pernah selesai untuk membuat saya dan adik saya bahagia. Atas segala keringat, darah dan air mata mereka dalam membesarkan saya. Saya tumbuh dalam keluarga kecil yang sempat ‘dikecilkan’ dan di sana kami belajar membesarkan hati. Cukup sampai hati yang besar, jangan sampai berkepala besar. Hehe. Terima kasih melewatinya bersama, saya senang kami masih bersama. Sabar ya Romo & Ibu, kita bareng-bareng & pelan-pelan menciptakan kebahagiaan🙂
  2. Pekerjaan yang baik. Ngerjain banyak side job sampe sampe keteteran >.<. Tapi kalau saya runut apa yang saya kerjakan dari kuliah – sekarang, yang saya cita-citakan dalam joblist terjalankan, serupa tapi tak sama. Kabar lebih baiknya, list yang ingin saya kerjakan masih banyak, saya yakin ke depannya saya bisa mewujudkan itu. Terima kasih ke diri saya sendiri yang maruk pengen ngerjain banyak hal dalam hidup.
  3. Bersyukur udah beli tanah dengan uang sendiri, walaupun kecil, dan agak minggir Jakarta. Tapi ini yang bikin orang tua tenang, nanti pelan-pelan bangun rumah. Ini adalah ketenangan bagi orang yang menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan berpindah-pindah dan tinggal di rumah kontrakan.
  4. Daya tahan tubuh (dan hati) yang tahan banting. Saya ini jarang sakit, alhamdulillah Ya Allah. Kalau hati *uhuk* kalo kebanting kayaknya saya tetep bisa meringis bahagia setelahnya, maksudnya berpura-pura tidak sakit. *eaaa*. Pokoknya saya bangga lah sama hati dan tubuh saya ini.
  5. Twitteran. Yak, keputusan tepat untuk menolak gaptek saat itu (2009) pas pindah ke Jakarta, kalo ga twitteran, mungkin saya ga akan kenal teman-teman baru yang memberi saya banyak hal seperti belajar nulis dan lalu sampe jadi buku (ini harusnya masuk point 5.a), kalo ga twitteran saya ga bisa kenalan ama banyak orang-orang yang saya kagumi yang tadinya ada di TV. Haha Twitter Addict! Serta makasih buat facebook, friendster, dan segala kegiatan dunia online lainnya. Ya alhamdulillah banyak positifnya sampai sekarang.
  6. Gak pernah capek untuk menikmati hal hal yang berbau Film, Seni Rupa, Teater, dan Musik. Ini yang bikin saya menghargai banyak hal dan memperhatikan detail.
  7. Udah bikin passpor, langkah pertama dari sekian banyak langkah nanti di benua benua lain. Amin.
  8. Sekarang ga bingung besok makannya gimana. Karena saya dulu pernah pada posisi, “semoga besok ada yang dimakan”.
  9. Teman dan sahabat yang baik dari jaman SMA – sekarang. Banyak kemudahan datang dari mereka.
  10. Tuhan, Semesta, dan Waktu. Terima kasih menciptakan dan membentuk saya seperti sekarang. Gak sabar juga lihat yang sudah disiapkan di depan.

Fyuuuh! It’s not easy.

Alhamdulillah. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.🙂