Marah

Semua orang berlomba-lomba untuk berwibawa. Ujung-ujung nya tolol.

Semua orang berlomba-lomba untuk didengar. Ujung-ujung nya semua pura-pura tuli.

Semua orang berlomba lomba menjadi penguasa dan penjilat. Ujung-ujung nya kualat.

Semua orang berlomba-lomba jadi kaya. Ujung-ujungnya buta. Iya buta dunia akhirat.

Semua orang berlomba-lomba jadi cantik. Ujung-ujung nya maksa.

Semua orang berlomba-lomba (terlihat) pintar. Ujung-ujung nya ngotot.

Banyak orang memuja senjata demi kekuasaan.

Banyak orang mati demi baju bagus dan perhiasan.

Banyak orang berani malu demi kepopularitasan.

(menemukan ini dalam kotak draft, entah luapan kemarahan kapan hihi)

https://www.tumblr.com/audio_file/sadgenic/29460527547/tumblr_m8s4a2l31c1qag873?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

[Ost. Snow White & The Seven Dwarfs]

Someday my prince will come
Someday I ‘ll find my love
And how thrilling that moment will be
When the prince of my dreams comes to me
He’ll whisper I love you
And steal a kiss or two
Though he’s far away I’ll find my love someday
Someday when my dreams come true

Someday I’ll find my love
Someone to call my own
And I know at the moment we meet
my heart will start skipping the beats
Someday we’ll say and do
Things we’ve been longing to
Though he’s far away I’ll find my love someday
Someday when my dreams come true

Someday my prince will come
Someday we’ll meet again
And away to his castle we’ll go
To be happy forever I know
Someday when spring is here
We’ll find our love anew
And the birds will sing and weddingbells will ring
Someday when my dreams come true

Date a Girl Who Travels

nayamoeda:

written as a birthday gift for Puti & Dinda.

Date a girl who travels. Date a girl who spends her money on a summer road trip instead of fancy dresses.  She lives her life adventurously, without fear; and both of you will live your love life as if you’re on a lazy vacation. No drama.

Date a girl who travels. She is not the one who spends hours putting on her make up, but she has touched a deeper layer of her femininity that penetrates through every orifice of her life which makes her beautiful even when she’s not paying attention.

Find a girl who travels. You may easily recognize her by the stuffs she always carries. You may find coins instead of mascara in her pouch. She will always have a city map, a journal and pens in her bag. Whenever she goes, she’s ready to get lost. You start to recognize that her skin is getting darker?  Yes, she’s not afraid of sun exposure. She paddles down the river with her canoe during the whole day, absorbed in the moment, flowing passionately.

You can try to let her down.  But she has learned to toughen up on her way back home from jungle, there is nothing you can say to let her down as she has gotten thrown into the craziness of this world.  She is all tough on the outside, but inside she’s gentle and calm.

You can try to approach her.  But she won’t take an easy road. She will scan you, but she doesn’t play hard to get, she just chooses to take a longer path that seems like a magical travel through a sunlit tunnel in Hawaii. It would be a thrilling adventure, and at the end of the path lies all of the treasure you have been searching for. You just have to be patient.

Date a girl who travels. She sees the hidden beauty in everything.  When you are with her, you will realize that even though she has impulsively survived winter storm in Northern Ontario just to see the Aurora Borealis, strolled around Hanoi going down all the way to Saigon, enjoyed the medieval atmosphere of Antwerp, and there was nothing like a marshmallow ice cream for her to combat the beating Istanbul’s sun; at the end of the day she will try to find her way home.  Let her know that you’re her home.  If you’re lucky, she will be comfortable around you, being around you feels like she is home in a way that she has never felt when she’s on the road.

When she is busy and has a tight schedule during weekdays, ask her to go camping in the backyard during weekend.  Then try stargazing with her under the moonlit beside a small bonfire, she will show you that Cassiopeia is not hard to spot among the stars and constellations.  She loves to explore the night sky as much as she loves to explore new places.  Secure and lead her, she needs your guidance. Act as if you’re the North Star who always leads her home. Ask her if she can show you Cepheus.  She might just give you a little grin since she is not sure enough. Ask her if she wants to name her future child Andromeda.

It’s easy to date a girl who travels.  You just have to be you, as she will take you as who you are. She appreciates honesty as nature taught her so, she is original, and she talks to you without any persona or agenda.  She has the guts to tell you everything with fearlessness, no arguing, no fighting; just a simple free flow of speech without worry of what will be said—just communion, just intimacy. She will appreciate your wit and sense of humor even if you have always felt that nobody really understand your humor, but she is the one who will laugh with you.  For her, life is not about holding on. It’s about living, loving, laughing, and leaving.

If you find a girl who travels, keep her. If she says she loves you, no matter how far you are apart she will always come back to you, her home.  She’s the one who writes a love letter for you a day before your departure to go somewhere across the sea with Frank Sinatra’s “I Wish You Love” song lyrics in it, or better, she will invite you to join her trip. Go with her. Then later on your trip, you will find out that her adventurous spirit is worth fighting for.

Find a girl who travels. It is very predictable that one day you will decide to spend the rest of your life with her. Marry her, you will realize your heart stops to wander.

.

Inspired by Rosemarie Urquico’s Date a Girl Who Reads

Kicauan Pencinta Kata

Terima kasih 🙂 

zarryhendrik:

Selasa malam, 31 Januari 2012.
Sekitar pukul 19.35 mata saya seolah tertarik oleh kicauan 2 Pencinta Kata yang saling bersahut-sahutan di sepanjang timeline Twitter saya. Daripada memenuhi kolom favorit saya, jadi lebih baik dipindahkan kesini. Berikut percakapan mereka, silahkan ditilik.. 😉

………………………………………………………………………………………………………..

Z : Koe orang tau kenapa twit gua suke nongol dua kali??!
R : Karena sekali kamu itu ga cukup
Z:  Jangan suka ngeledek. Sekali lagi kamu ngeledek, kubuat puisi berjudul Rahne, dan ditulis dengan huruf besar semua. 😐
R: Kok ngeledek? Itu pujian. Ah mata kamu udah kebanyakan debu, tulisanku ga disaring dulu sebelum ditelan kepalamu.
Z:  Baiklah, aku minta maaf. Berilah maaf saja. Jangan memberi hati sekaligus. Aku takut kamu sakit, nanti bisa banyak yang jenguk.
R: Kamu minta maaf, aku minta kamu. Gimana? *siap siap dicubit dari 8 arah mata angin*
Z: Mintalah aku kepada Tuhan, sebab Ia yang memilikiku.
R: Kata Tuhan kamu ada di tangannya. Kata orang orang, jodoh di tangan Tuhan. Aku ingin membuat tali simpul di kedua kalimat tadi
Z: Aku sadar aku pernah salah dan mungkin masih, tetapi mungkin kamu tidak sadar, kamu pemaaf yang aku cari.
R: Udah udah, ada banyak mata yang menangkap kita berdua, nanti kita susah keluar dari kepala mereka. :p
Z: Baik, ini terakhir. Aku cuma mau bilang, sampai sekarang aku belum mendapat jawaban tentang mengapa kamu tak punya sayap. Bye.
R: Btw, sayapku tersimpan rapi, akan kupakai nanti, sabar, aku baru terjatuh.
Z: Kamu tidak usah terbang. Berjalan saja, biar aku jadi lantainya.
R: Kalo kamu jadi lantai, jangankan menginjak, berjalan jinjit aku pun tak mau. Kalo aku berjalan, iringilah aku. Sehasta bahumu.
Z: Aku hanya ingin sekali menjadi lantai. Biar aku dapat mencium lututmu yang bertelut sebut namaku kepada Dia.
R: Aku bersujud, kamu berlutut. Doa kita sedang berada di lintasan. Jika tidak bertemu, terima kasih sudah pernah menyebut namaku
Z: Bahkan aku tidak menyebut namamu saja, aku memahatnya di dalam hati, dengan tatapan diam yang paling tajam.
R: Jika namaku terpahat, maka bayanganmu terukir di bias mata. Biar Tuhan yang melukis kita, entah di kanvas yang sama atau tidak
Z: Itulah mengapa aku merasa beruntung. Aku dapat melihat lukisan Tuhan, dan itu kamu, pelukis kata. 🙂
R: Dilihat olehmu adalah keberuntungan yang paling manis. Aku ingin berlari ke mimpimu dan diam sejenak disitu.
Z: Dan matamu adalah penerang dalam menulis, sehingga kata-kataku dapat berjalan ke segala pelosok kepala. 🙂
R: Aku heran belum ada rasi bintang dengan sebutan namamu. Rasa rasanya pantas, karena kamu penerang dalam langit kata-kataku.
Z: Berapa banyak pasir di laut, Ne? Sebanyak itu aku ingin kamu tersenyum.
R: Sekeras apa angin di musim ini? Aku ingin mereka menghempaskanku sekarang dan melengkungkan pelangi memancing tawamu.
Z: Haha, dasar pintar. Segala alam kau libatkan hanya untuk buat orang sedebu aku tersenyum tulus. Thanks. Kudoakan dietmu sukses.
R: Debu seharga intan. Jika dietku sukses, pasti tidak sekurus sedotan sepertimu. Jaga suara, ada byk telinga siap menyantapmu
Z: Hahaha.. Jadi api cemburumu kemarin tak cukup banyak membakar lemak? Ah, payah kamu. 😉
R: Haha api cemburu yg mana? Cuma ada sedikit asap rindu yg meniup mata lalu beberapa air menetas jatuh dari kelopaknya saat itu
Z Kau sudah tau dong rasanya sakit. Kini kau juga rasa nikmatnya sembuh. Nikmatilah dengan memberi maaf. Maaf, Ne. 🙂

Sekian.

Saturn Watch

Postingan ini bagaikan polisi di film-film India dan sinetron. TELAT PARAH. Tapi ya balik lagi ke pepatah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, jadi saya akan ceritakan pengalaman saya melihat Saturn Watch di rooftop Planetarium beberapa bulan lalu.

Saturn Watch itu kegiatan dimana kita melihat Planet Saturnus yang sedang dekat-dekatnya dengan bumi.

Jadi saya tau acara Saturn Watch ini dari akun @haaj84. Akun twitter dari Himpunan Astronomi Amatir Jakarta. Dari infonya, mereka mengundang siapapun untuk datang ke Planetarium. Pengamatan Saturn Watch sendiri mulai dari jam 19.00 sampai pagi. Kalau ga salah hari itu adalah hari Sabtu. Saya sepedahan sore-sore ke sana. Pake balada mau pingsan segala di jembatan tanjakan Kuningan – Menteng gara-gara belom makan seharian haha. Sempet bersender 30 menit gitu di puncak tanjakan, atas sungai, yah lumayan pingsannya agak agak liat matahari tenggelam gitu di antara Gedung Pencakar Langit Jakarta.

Ketika sampai di TIM, makan dulu sambil nunggu jam 7 malem. Sempet ngabisin waktu di halaman belakang Gedung Teater Jakarta TIM. Enak deh… duduk duduk di bawah sambil liatin bintang. Cuma sayang kurang terang, di sana juga banyak anak-anak main skateboard, trus anak anak kecil yang lagi les tari. Suasana TIM itu emang selalu menyenangkan bagi saya.

Tiba jam 7, saya segera ke Planetarium dong. Bingung juga masuknya darimana, soalnya pintu masuk biasanya ke Planetarium sudah tutup dan tidak ada penanda gitu himpunan ini berkumpul di mana. Ternyata oh ternyata, kita bisa masuk dari kantor yang ada tepat di sebelah pintu masuk Planetarium, ada satpam yang mengarahkan kita ke pintu belakang dan kita naik ke rooftop Planetarium. Berasa punya akses khusus gitu, seru banget. Haha.

Ini suasana rooftop Planetarium TIM

Continue reading “Saturn Watch”

Duplikasi Inspirasi

Akhir akhir ini, isu soal copy – plagiat dan sebangsanya sedang semarak lagi di timeline saya. Iya timeline twitter yang penuh dengan kalimat 140 karakter yang berderet deret. Saya disini juga tidak menyetujui seorang copy cat atau plagiat (dan tentunya apalagi kalau dicopy untuk tujuan komersil).

Tapi saya lebih concern ke bagaimana kita menyikapi. Mengingatkan boleh, menghardik juga, namun jika terus-terusan dan malah lebih fokus untuk menjatuhkan seseorang itu juga bukan sesuatu yang baik menurut saya. Isu ini terus bergulir, semua orang seakan akan menjadi yang pertama menemukan padanan kata dan kemudian memegangnya erat erat di lahan masing-masing. Terus terang saya jadi agak khawatir soal ‘kepemilikan kata-kata’ seakan akan ide & inspirasi ga boleh sama, sekarang.

Saya jadi ingat postingan saya dua tahun yang lalu, tentang hal yang sama :

Inspirasi ini gedenya se-semesta. Kamu bisa pilih apa & yang mana untuk menjadi inspirasimu. Dituang ke buku, tweet, blog, ngelamun. Bebas. Kalaupun sama, gak selalu semua menduplikat. Toh kalopun iya, merugi. Karena ia melewati sesuatu yang berharga, yakni proses. Proses itu indah sekali. Proses berkarya itu sesuatu yang butuh pengalaman yang muncul secara alami dari cara kita berpikir dan terinspirasi. It’s really beautiful….. And that’s the value.

Inspirasi akan melahirkan inspirasi akan melahirkan inspirasi

Nothing’s original on this planet, all you can do is making innovations. ~ Quote. Taken from @windyariestanty‘s tweet.

Ketakutan saya adalah, seseorang urung belajar karena takut. Tidak berkembang karena takut akan tuduhan ini itu. Memplagiat itu pilihan. Tapi, tidak menjadi diri sendiri itu bukan dan tidak akan pernah jadi kebanggaan.  Tak perlu takut jelek, salah, atau bukan yang pertama. Selamat belajar teman teman. Selamat menemukan inspirasi.  Selamat berkarya. 🙂

*ini juga catatan untuk diri saya sendiri.

Saat kau berada jauh di balik cakrawala, jarum jam berubah menjadi belati. Setiap detiknya menghunjam jantungku berkali kali. Mencoba mengeluarkan bayanganmu di dalamnya, menjadikanmu ada walau hanya di kepala. Lalu aku akan berbicara pada siluetmu di tengah nafas beku yang melingkupi nadi, dan lalu kau menjelma menjadi air mata, menelusuri pipi.